Sahabat yang alasan mudik tidak ikut pertemuan APP ke 4 bertanya: “Apakah jadi bahas rencana aksi?”
“Secara ‘eksplisit’, artinya dengan sengaja dirancang memang tidak, tapi secara ‘implisit’ selalu muncul dalam setiap sharing, sejak APP -1,” jawabku.
Poin utama dari APP ialah “Ada Pertobatan Pribadi.” Pertobatan pribadi itu mendasari tobat keluarga, tobat lingkungan dan sosial.
Tanpa tobat pribadi hanya akan menyangkut pada ritual kering, karena tidak terisi kerahiman Ilahi. Dengan kata lain ada pergerakan, tapi tanpa perubahan. Sehingga ibaratnya hujan yang terus turun hanya jadi banjir.
Jadi, aksi barunya apa? Aksi bisa yang dulu tapi Roh harus baru.
(1) Aksi paguyuban iman, ya tetap seperti yang dulu: misa, rosario, APP, koor, dsb. Yang baru adalah niat dan usaha untuk terus hidup dalam paguyuban itu, kendati tidak mudah untuk guyub. Lantas Roh barunya apa?
(a) Tidak menghakimi, tapi
(b) Membuka harapan. Tidak bosan mengajak dan mengajak.
(2) Aksi sosialnya, ya tetap seperti dulu: sambil terus mencari makan untuk keluarga sendiri, kita terbuka untuk mengulurkan tangan bagi kesulitan sesama.
Prinsipnya (nemo dat quod non habet) tidak menabur angin, karena hanya akan berbuah petir. Terapkan ilmu: Tahu Diri!
Salam sehat.
Jlitheng

