Red-Joss.com | Saya harus merelakan pundak saya pegel dan lecet, karena injakan kaki teman-teman yang berusaha mencapai puncak batang pinang, di mana semua hadiah tergantung (Sweet memory-ku saat SR dulu).
Perjuangan mencapai puncak demi satu tujuan. Di sana ada hadiah yang sudah disiapkan, berupa makanan, pakaian, alat mandi, dan uang digantungkan pada lingkaran bambu tepat di puncak pohon pinang. Selain hadiah, siapa pun yang berhasil menggapai puncak akan mendapat tepuk tangan kebahagiaan, karena itulah tujuan yang utama.
Meski permainannya sangat sederhana, tapi dibutuhkan kekompakan, ketekunan, dan kerjasama untuk mencapai puncak pohon pinang yang tingginya bisa mencapai 10 meter. Selain itu, batang pinang juga dilumuri minyak pelumas, sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk bisa memanjatnya.
Begitupun semestinya melayani. Sebelum kita menyatakan “ya”, sudah tahu, bahwa pohon pelayanan itu “licin”, yang dapat menyebabkan terpeleset dan jatuh. Bukan hadiah atau tepuk tangan yang kita ingin capai, melainkan kesejahteraan untuk banyak orang.
Sebab ‘melayani’ itu b𝗎𝗄𝖺𝗇 k𝖾𝖻𝖾𝗍𝗎𝗅𝖺𝗇, melainkan p𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅𝖺𝗇. 𝖡𝗎𝗄𝖺𝗇 demi jabat𝖺𝗇, melainkan kesempatan. 𝖡𝗎𝗄𝖺𝗇 kesempatan jadi heb𝖺𝗍, melainkan kesempatan jadi berk𝖺𝗍 bagi sesama.
Ketika ada yang sampai puncak pinang, semua bersorak senang. Begitu pun kita, jika dapat tunaikan tugas, semuanya bahagia 𝖽𝖺𝗇 bahagia.
Teruslah jadi berkat.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

