“Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan” (Mat 12: 7b).
Banyak orang mengira, bahwa ketaatan kepada Tuhan hanyalah dengan melakukan yang diperintahkan-Nya. Tapi sesungguhnya ketaatan yang sejati itu bukan tentang ritual atau tindakan keagamaan belaka, melainkan juga harus melibatkan hati kita yang mau terbuka untuk memahami dan mengikuti kehendak Tuhan.
Yesus menegaskan, bahwa Tuhan lebih melihat hati yang penuh kasih dari pada ketaatan yang kaku pada aturan-aturan tanpa memperhatikan nilai dari kasih. Oleh karena itu, ketaatan yang sejati tidak hanya tentang mengikuti hukum, tapi tentang memahami kehendak Tuhan yang mengutamakan kasih, belas kasihan, dan pemulihan hubungan dengan sesama.
Fr. Ernestus de Deo, CSE
Jumat, 18 Juli 2025
Kel 11: 10-12: 14 Mzm 116: 12-13.15-18; Mat 12: 1-8
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

