Pada hari ini kita mengenang Santo Tomas Aquinas. Sosok orang kudus yang diberi gelar Doctor Angelicus ini sangat patuh pada kehendak Tuhan sepanjang hidupnya. la pernah berkata, “Satu hal yang Tuhan inginkan dari semua makhluk intelektual adalah mengorbankan kehendak mereka untuk kehendak Tuhan.”
Orang harus sadar diri, bahwa kehendak Tuhan adalah segalanya dan ia dapat tinggal di dalam Tuhan. Di tempat lain Santo Tomas Aquinas berkata, “Bagi orang yang beriman, tidak ada penjelasan yang diperlukan. Bagi orang yang tidak memiliki iman, tidak ada penjelasan yang mungkin.”
Perkataam Santo Tomas Aquinas ini membuka wawasan kita untuk memahami Sabda Tuhan tentang hidup sebagai orang beriman yang patuh kepada kehendak Tuhan.
Penginjil Markus mengisahkan, bahwa pada suatu ketika Ibu dan saudara-saudara Yesus datang hendak menjumpai-Nya. Karena amat banyak orang yang mendengar pengajaran-Nya, sehingga Bunda Maria dan saudara-saudara-Nya hanya berdiri di luar. Ada seorang yang meminta Yesus untuk menjumpai Ibu dan saudara-saudara-Nya, namun reaksi Yesus seperti ini: “Siapa Ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?” la melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata, “Ini Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Siapa saja yang melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dan Ibu-Ku” (Mrk. 3: 33-35).
Melakukan kehendak Allah menjadikan kita bersaudara dengan Yesus yang lebih dahulu melaksanakan kehendak Bapa (Ibr. 10: 7). Demikian pula Bunda Maria telah mendahului kita untuk melakukan kehendak Allah sejak menerima kabar sukacita.
“Apakah kita setia melakukan kehendak Allah?”
Ya Tuhan, kami datang untuk melakukan kehendak-Mu. Amin.
…
Ziarah Batin

