Setiap pengikut Kristus mesti yakin pada panggilan Tuhan dan siap menghadapi tantangan. Hal itu idealnya. Kenyataannya, kita sering kali terjebak dalam keinginan untuk ‘cari aman’ dan takut mengambil risiko. Namun, giliran memberi nasihat, kita dengan gampangnya melakukannya. Maka, ungkapan ‘actions speak louder than words’ – sebuah tindakan itu lebih penting daripada ucapan, patut kita perhatikan. Memberi nasihat memang gampang, tapi jangan sampai hanya ‘omdo’.
Hari ini kita belajar dari Barnabas. Dia memberi nasihat kepada umat di Antiokhia dan mereka mengikuti nasihatnya. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri, bahwa hidupnya sesuai dengan yang dia sampaikan.
Penulis Kisah Para Rasul bahkan menyebut Barnabas sebagai pribadi yang baik, penuh Roh Kudus dan iman. Itu juga sebabnya, ketika Yesus mengutus murid-murid-Nya, la lebih memberi penekanan pada ‘tindakan nyata’ daripada sekadar berkata-kata. Hanya satu kali Yesus menyuruh mereka untuk berkata-kata: “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat”. Selebihnya, la meminta mereka untuk melakukan aksi nyata: “Janganlah membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah membawa kantong perbekalan dalam perjalanan, janganlah membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat nafkahnya.”
“Tuhan Yesus, Engkau mengutus murid-murid-Mu untuk memberitakan Kabar Baik dan meminta mereka untuk sepenuhnya mengandalkan-Mu. Bantulah kami untuk melepaskan ketakutan dan keinginan akan keamanan duniawi, agar kami dapat melayani-Mu dengan penuh kepercayaan. Amin.”
Ziarah Batin

