“Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. Karena itu perhatikanlah, supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan” (Luk 11: 34-35).
…
| Red-Joss.com | Dalam tulisan terdahulu, Daud disebut sebagai Raja pilihan Yahwe, tapi juga sebagai contoh pejabat yang berdosa, karena menyalahgunakan wewenang. Daud berzinah dengan Batsyeba, istri Uria, yang ke medan perang untuknya. Peristiwa itu diawali lewat mata saat Daud mengintip Batsyeba mandi.
Dari kisah lain dalam kitab 1 Raja 2: 21, kita dapat melihat kisah raja Ahab yang menginginkan kebun anggur milik Nabot. Ketika Nabot menolak, karena kebun itu merupakan harta pusaka nenek moyang, raja Ahab terjerat goda istrinya Izebel, untuk membunuh Nabot. Akibatnya fatal. Yang dilakukan Ahab merupakan hal yang jahat di mata Tuhan. (1 Raja Raja 21: 25).
Mata yang tak terkendali (Jawa: nakal), membuat seseorang jadi serakah, cenderung ingin menguasai milik orang lain, harta atau orang yang dicintai secara sewenang-wenang.
Salomo berkata, bahwa mata manusia tidak akan pernah puas. Apa yang dimunculkan oleh keinginan mata bisa meracuni hati kita dengan berbagai keinginan yang tidak pada tempatnya. Tidak semua yang diinginkan mata mendatangkan manfaat bagi kita, bahkan bisa menjebak kita untuk tidak lagi hidup sesuai kehendak Allah. Mata perlu kita awasi dan tunduk dalam hukum Roh. Jika keinginan mata mulai menggoda, berdoalah seperti Pemazmur: “Lalukanlah mataku daripada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kau tunjukkan!” (Mazmur 119: 37).
Mari kita selalu menjaga mata kita dari beragam keinginan-keinginan yang sifatnya duniawi agar kita tidak tersandung.
Mata yang jahat bisa membutakan hati untuk mengingini banyak hal yang menjerumuskan kita dalam dosa.
Keinginan mata yang jahat adalah dosa yang timbul karena melihat sesuatu yang indah. Melihat saja tidak salah, karena kita mempunyai mata memang untuk melihat. Jika melihat berulang dan menimbulkan hasrat tertentu, bisa jadi pancingan untuk berbuat dosa.
Pada tahap akhir perjalanan suci ini, goda akan makin besar, seperti yang dialami Tuhan Yesus usai berpuasa. Setan tidak pernah menyerah. Walau tahu, bahwa Yesus itu Tuhan dan baru usai puasa, setan tetap menyerang. Setan ‘ora duwe isin blas’. Mengincar setiap mata yang sudah bersih atau merasa bersih. Waspadalah!
Salam sehat dan makin tekun dalam doa.
…
Jlitheng
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

