| Red-Joss.com | “Mata itu untuk melihat, memotret realita. Tapi dengan mata hati kita melihat kebenaran dan memahami.”
Karena itu saya tidak mau ditipu oleh mata. Tidak berarti meragukan penglihatan mata sendiri. Tapi saya sadar, bahwa tampilan seseorang itu sering kali menipu, bahkan memperdaya orang lain untuk salah menilai.
Karena tidak mau salah menilai, saya juga tidak mudah percaya dengan tampilan seseorang. Apalagi untuk menghakiminya, dan saya tidak mau berdosa. Faktanya, kita juga tidak mau dihakimi oleh orang lain!
Saya lalu memutuskan melepas prasangka untuk tidak menilai atau menghakimi, khususnya dengan orang yang baru kenal, terlebih lagi yang tampilannya sangar dan jahat. Faktanya, tampilan itu juga sering kali menipu.
Coba lihat, orang yang tampak jahat dan berangasan itu ternyata berhati lembut. Sebaliknya orang yang ramah dan baik itu ternyata berhati culas.
Ketimbang salah menilai dan menghakimi, lebih bijak saya berpikir positif dan berprasangka baik pada orang lain.
Ternyata hati saya menjadi lebih tenang, tentram, dan damai.
Jadi, setiap kali hendak mengambil keputusan dan apa pun yang saya kerjakan, saya selalu menyertakan Allah agar saya tidak salah langkah. Tapi saya belajar untuk menjalani hidup ini dengan ikhlas dan bahagia.
Bersama Allah, saya melihat hikmat dalam setiap peristiwa agar saya bertumbuh dalam iman, dan berbuah.
…
Mas Redjo

