Jagalah kedua mata kita, karena sering bertindak liar. Waspadai pandangan kedua mata kita, sebab banyak hasrat dan keinginan itu bersumber dari situ. Di awali dari yang dilihat.
“Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu. Tapi, jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu” (Lukas 11: 34).
Pesan Injil yang sangat bagus. Alasannya cukup jelas, pesannya sangat mengena, karena yang disampaikan benar-benar dialami dalam hidup keseharian kita: Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Betapa tidak mudahnya untuk mengendalikan kedua mata ini!
Mata adalah bagian tubuh kita yang amat penting.
Berdasarkan dari yang dilihat, kita mudah tergoda untuk melakukan suatu buruk atau jahat, dan dosa itu datang dengan segera.
Juga berdasarkan dari yang dilihat oleh mata, kita memiliki kesan dan penilaian tertentu, kemudian mempertimbangkannya dan menjatuhkan pilihan. Contohnya:
- Dosa Pornografi. Ini sudah masuk di semua kalangan. Bicara hal yang satu ini selalu tabu. Tapi dosa ini dialami oleh kita semua. Selain dibutuhkan pendidikan seksualitas yang cukup sejak dini, juga dibutuhkan sekali pendampingan selanjutnya sejak remaja hingga masa berikutnya. Sebab, banyak penyimpangan seksualitas”terjadi disebabkan, karena minimnya ilmu yang didapatkan. Sehingga banyak belajar sendiri. Yang terjadi, dari yang didapat dan dilihat itu jadi berbeda dengan apa yang dilakukan. Lihat, kedua mata kita mempunyai peran dan banyak terlibat. Bagaimana selama ini kedua mata kita, liarkah?
- Belanja – ‘Shopping’. Uang di dompet atau di rekening bank sudah menipis. Ketika sedang berjalan-jalan dan melihat barang yang dijual di pasar, toko, mall… kita tertarik untuk membeli. Uang ditarik dari dompet atau membayar barang itu dengan menggesek kartu ATM. Lagi-lagi kedua mata ini sumbernya. Kita tidak tahan, dan tergoda.
- Melihat dan menilai seseorang juga banyak terpengaruh oleh cara melihat kita. Kadang tidak objektif, karena cara pandang kita yang sangat subyektif. Yang terjadi adalah banyak konflik, salah paham, dan pertengkaran.
Jika diteruskan ada banyak contohnya. Kedua mata kita mampu memberikan penilaian, mempertimbangkan, memilih, dan memutuskan. Sebenarnya kelebihan yang dimiliki oleh mata adalah, karena sejak awal bisa membedakan yang baik dan buruk, mana yang harus dinilsi dan dipilih baik serta yang tidak baik,
Sebagai orang beriman, kita tidak hanya memiliki mata fisik atau mata inderawi. Tapi juga memiliki mata hati dan mata iman khas milik kita. Lihat, mata hati dimiliki oleh semua orang dalam hati nuraninya; mata iman dimiliki oleh orang beriman. Kita orang beriman yang diberi lebih sebelum memberikan penilaian dan mengambil sebuah keputusan.
Dengan kelebihan ini, untuk melihat sesuatu itu baik atau tidak, layak dipilih atau tidak, kita tidak cukup menggunakan mata indrawi saja. Tapi juga harus menggunakan mata hati dan mata iman, sehingga keputusan kita terukur.
Jika mengikuti Yesus, tuntutannya lebih lagi, di mana kita diminta untuk mengumpulkan harta surgawi. Yesus menghendaki agar kita memilih serta mengumpulkan harta surgawi dengan berdedekah, berdoa, dan berpuasa. Kita juga dapat menerapkan poin-poin pokok dari Doa Bapa Kami. Tuntunannya jelas dan contohnya kongkrit.
- Rajin datang untuk Pengakuan Dosa. Jangan menunggu menjelang Natal atau Paskah. Dengan rajin hadir dalam perayaan Ekaristi agar hidup rohani kita terasah. Lebih mantab lagi, jika kita aktif dalam kegiatan di lingkungan Gereja dan komunitas.
- Harta duniawi dapat digunakan sebagai sarana mendapatkan dan mengumpulkan harta surgawi. Misalnya, kita menggunakan uang dan harta kekayaan lain yang dimiliki untuk menolong, melayani, dan berbagi pada orang lain, khususnya orang yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel itu sebagai sarana mengumpulkan harta surgawi.
Ingat pesan Yesus dalam Injil Matius 25, yang intinya, sebab yang dilakukan untuk orang-orang itu, sesungguhnya kita melakukannya untuk Tuhan. Sehingga pada saatnya, Tuhan akan bersabda, “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan” (Matius 25:34). Sungguh berbahagianya hati ini, jika kita dapat mengumpulkan harta surgawi itu.
Pesan dari Injil itu jelas, kita diajak menjaga kedua mata ini dengan baik supaya tidak liar. Sehingga kita tidak direpoti oleh kedua mata sendiri. Caranya dengan melibatkan mata hati dan mata iman kita untuk mengendalikan mata inderawi itu, supaya tidak jadi gelap.
Mata adalah pelita bagi tubuh. Fungsinya adalah jadi terang.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

