Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Mat 19: 23).
Apakah dengan ayat ini, orang yang memiliki harta jadi sungguh sulit untuk masuk dalam Kerajaan Surga? Tentu bukan hal ini yang dimaksudkan oleh Yesus, juga bukan harta yang membuat orang kaya itu sukar masuk dalam Kerajaan Surga, melainkan kelekatan hatinya pada harta, dan inilah yang dialami oleh si pemuda yang banyak hartanya: hatinya sedih, karena banyaklah harta yang dimilikinya (Mat 19: 22).
Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita memiliki kelekatan dengan harta kekayaan yang mungkin tidak dalam bentuk materi, tapi bisa dalam arti kelemahan kita, cacat cela, kekecewaan, atau dendam yang ditumpuk, dan tidak ingin untuk dilepaskan, karena kita merasa nyaman dengan hal itu. Padahal semua itu dapat menghambat relasi kita dengan Allah dan pertumbuhan hidup rohani.
Memang lepas dari segala kelemahan dan cacat cela itu tidak mudah, bahkan bagi orang lain merasa itu suatu yang mustahil. Yesus memberikan rahmatnya dan menunggu kita untuk menyambut dan bekerja sama untuk melepas dari kelekatan semua itu.
Sudahkan kita bekerja sama dengan benih rahmat Allah yang ditaburkan setiap hari untuk mengatasi kelemahan dan cacat cela kita?
Fr. Clement Maria, CSE
Selasa, 19 Agustus 2025
Hak 6: 11-24 Mzm 85: 9.11-14 Mat 19: 23-30
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

