“Jangan sia-siakan masa muda, karena hidup ini amat berharga.” -Mas Redjo
Masa tua itu harus disiapkan dengan baik dan saksama agar kita tidak kecewa, nelangsa, dan menderita.
Syarat utamanya adalah jangan berpikir bergantung pada anak, tapi kita berani mempercayakan diri untuk bergantung dan mengandalkan Tuhan.
Tidak merepoti anak pula, tapi kita dituntut piawai mengelola hidup ini sebaik-baiknya, dan dimulai sejak dini, yakni lewat jalan keteladanan.
Hidup keteladanan iman yang baik itu yang harus diwariskan kepada anak cucu kita. Tidak harta atau yang lain.
Bagi saya, iman itu prioritas yang utama dan pertama. Iman itu tidak hilang dan habis dimakan ngengat atau digerus zaman, karena abadi. Berbeda dengan materi kebendaan yang mudah dicuri dan habis sia-sia.
Keteladanan iman itu tidak sekadar berteori dan nasihat semata, tapi harus dihidupi dengan aksi nyata.
“Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6: 33).
Percaya dan iman pada Yesus itu membuat saya mantap untuk melangkah dan menyongsong masa tua. Tujuannya agar di hati ini tiada rasa was-was, khawatir, atau ketakutan. Makin dekat dan akrab dengan Yesus, hidup kita juga kian dimudahkan.
Begitu pula dengan rezeki anak dan rasa hormat mereka, jika kelak kita tua. Saya tidak mau berpikir negatif dan berprasangka buruk dengan kehidupan saya dan istri di masa tua nanti. Dengan membayangkan hal-hal negatif dan buruk itu bakal meracuni pikiran dan melemahkan jiwa.
Berbeda hasilnya, jika kita berpikir dan bertindak didasari kasih. Kita menghadirkan wajah kasih Tuhan yang diimani.
Dengan bekerja, berolahraga, dan makin intim dengan Tuhan, dijamin kita sehat lahir batin.
Hidup bermakna dan ikhlas!
Mas Redjo

