Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Laudato Si”
Dalam Kepedulian untuk Rumah Kita Bersama
(Paus Fransiskus)
Membaca artikel Guntur, “Ibu Pertiwi Dilanda Musibah” (Kompas, 16/12/2025), mengingatkan kembali akan pesan Bung Karno agar kita merawat kelestarian hutan demi mencegah bencana ekologis.
Guntur mengutip filsafat “Tat Twam Asi” yang dianut Ayahnya. “Kamu adalah aku dan aku adalah kamu. Jika aku menyakiti dirimu, berarti aku menyakiti diriku sendiri.” Ketika kita ‘menyakiti’ alam, kitalah yang akan tertimpa bencana. Guntur juga teringat pada pidato Presiden Soekarno pada Hari Pohon Nasional 1961. Tanamlah pohon hari ini agar anak cucu kita tidak mewarisi gurun dan banjir, tapi mewarisi Indonesia yang hijau, adil, dan makmur. Demikian isi paragraf pertama tulisan Eduard Lukman, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta, Selatan dalam kolom Surat kepada Redaksi, berjudul, “Bencana Persekongkolan,” Kompas, Selasa, (23/12/2025).
Adapun isi tulisan ini menggambarkan betapa hancurnya hutan di pulau Sumatra. Hutan yang hilang di Aceh Sumut, dan Sumbar mencapai lebih 36.000 hektar per tahun. Setara dengan luas 139 lapangan sepak bola per hari.
Di sisi lain, Eduard Lukman juga menarik kembali isi renungan asketis intekektual Buya Ahmad Syafi’i Maarif. “Kerusakan lingkungan alam negeri yang indah ini umumnya dilakukan oleh ‘penguasa-penguasa hitam’ yang bersekongkol dengan para pejabat di tingkat pusat dan setempat. Kerusakan itu merugikan masyarakat dan negara. Ekosistem hancur berantakan” (Kompas, 17/10/2011).
Laudato Si
Laudato Si adalah nama ensiklik Paus Fransiskus yang diterbitkan 24 Mei 2015 yang isinya tentang perawatan lingkungan dan krisis ekologis global. Sub judulnya “Dalam Kepedulian untuk Rumah Kita Bersama.” Enisiklik ini berintikan ‘seruan sri Paus untuk melindungi bumi dari kerusakan lingkungan dan perubahan iklim.’
Adapun Isi Sentral dari Ensiklik ini antara lain:
- Mendeskripsikan, bahwa kerusakan lingkungan adalah sebentuk krisis moral.
- Mengeritik konsumerisme dan pembangunan yang tidak terkendali.
- Mengajak semua orang untuk berpartisipasi dalam merawat bumi.
Selain itu, terdapat Sejumlah Amanat Utama:
- Planet bumi ini adalah rumah kita bersama.
- Krisis lingkungan adalah akibat perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab.
“Laudato Si” bermakna:
(Terpujilah Engkau, Tuhan).
Refleksi
Ingatlah selalu akan amanat agung dari Tuhan kepada Manusia pertama!
“Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”
(Kejadian 2:15)
Kediri, 24 Desember 2025

