Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hati itu adalah pusat kesadaran seorang manusia. Jaga dan rawat dia agar tidak ternodai.”
(Didaktika Hidup Suci)
…
| Red-Joss.com | Sekeping hati manusia jauh lebih berharga daripada sebutir batu permata hijau. Juga, sekeping hati yang murni itu jauh lebih bernilai daripada ibadah kita.
Jika sekeping hati adalah pusat hidup dan pusat kesadaran, maka kita mutlak untuk menjaga dan merawat hati itu.
Tulisan refleksi yang bernuansa rohani ini bertujuan agar kita sadar, bahwa betapa penting dan mulia, jika kita mampu menjaga serta merawat hati ini.
Hati manusia yang tidak dijaga dan dirawat baik dapat menjadi sarang iblis. Menjadi pusat dan arena percaturan yang mengeruhkan kemurnian hati.
Hati yang kotor dan keji yang dipenuhi iri, cemburu atau dicemari persaingan serta permusuhan, akan menjadi pusat serta sumber segala kenajisan.
“Mari menjaga hati,” adalah sebuah seruan imperatif yang bertujuan mengajak manusia untuk sadar akan pentingnya menjaga dan merawat kualitas isi hati.
Siapakah sejatinya, penjaga dan perawat kemurnian hati ini?
Anda, saya, atau kita adalah sang penjaga dan perawatnya!
Bagaimanakah cara kita agar mampu menjaga dan merawat kemurnian hati?
- Berpikir dan bertindak dengan baik dan benar.
- Jauhi rasa benci dan dendam kesumat.
- Bersabar dan berharap baik, tidak dengan kemarahan dan api cemburu.
- Berani mengakui kesalahan dan kekurangan, tapi tidak dengan cara mencari dan mencampuri urusan serta kesalahan orang lain.
- Hindari perbuatan mencuri dan merampok milik / hak orang lain.
Inilah sejumlah cara dan jalan mulia agar kita terhindar dari tindakan tercela yang mampu mencemarkan kemurnian isi hati kita.
Jadilah seorang manusia sejati, karena mempunuai kemurnian hati!
Sungguh, berbahagialah orang-orang yang suci hatinya, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga!”
…
Kediri,ย 27ย Aprilย 2024

