| Red-Joss.com | Bagi pribadi yang biasa mengikuti Adorasi dan Jam Kudus pasti langsung bisa menanggapi dan menjawabnya.
Menimba air itu mengingatkan kita, ketika diberi tugas oleh orangtua di rumah untuk mengisi bak mandi, mencuci piring, atau mencuci pakaian.
Kini ‘menimba air’ itu seperti pengalaman saat Adorasi dan Jam Kudus selama ini, di mana kita menimba air kehidupan dari lambung-Nya yang terbuka. Kita harus menimba air itu secukupnya sesuai kebutuhan. Kita harus menimba setiap hari, supaya jiwa ini dipenuhi dan disegarkan oleh air kehidupan yang bersumber pada-Nya. Karena sumber air kehidupan itu tidak pernah mengering, tapi semakin melimpah.
Ada orang yang sudah mengalami kehausan rohani yang luar biasa, tapi tidak mau juga menimba air kehidupan. Apa yang ditunggunya? Apakah ingin mati kehausan? Atau karena dia memang tidak pernah tertarik untuk datang mendekat? Kita tidak bisa menjawab, karena tiap pribadi mempunyai alasan dan jawaban sendiri.
Sungguh anugerah yang luar biasa, jika setiap hari kita mau menimba air kehidupan dari lambung-Nya yang terbuka itu; di hadapan Sakramen Maha Kudus. Karena selalu ada pengalaman baru yang diberikan. Bagi yang meminum-Nya, jiwa ini senantiasa disegarkan dan tiada kehausan lagi.
Mari menimba air kehidupan agar hidup kita senantiasa disegarkan oleh-Nya!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

