Fr. M. Christoforus, BHK
“Mengapa engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di matamu tidak engkau ketahui?”
(Matius 7 : 3)
…
| Red-Joss.com | Saya menemukan sebuah pepatah indah dan bermakna di dalam sebuah buku kecil berjudul, “Berhenti Sejenak Bersama Tuhan,” karya Rm. Jerry M. Orbos, SVD. (Dioma, Malang).
“Barangsiapa menyalahkan orang lain, ia masih menempuh satu perjalanan. Barangsiapa menyalahkan diri sendiri, ia sudah berhasil menyelesaikan separuh jalan. Barangsiapa tidak menyalahkan siapa pun, ia sudah menyelesaikan perjalanannya.”
Silakan memaknai sendiri, apa intimitas dan amanat dari pepatah ini!
Di dalam Alkitab, kita menemukan pesan serupa, “Mengapa engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di matamu tidak engkau ketahui?” (Matius 7 : 3).
Selumbar adalah suatu benda yang sangat kecil dan nyaris tidak tampak, hanya berupa serpihan. Sedangkan balok adalah sebongkah kayu yang berukuran besar.
Adagium ini diucapkan oleh Sang Guru Agung, Yesus Kristus saat menanggapi sikon masyarakat zaman itu yang memang doyan untuk menghukum dan menghakimi sesama.
“Mari Menakar Sadar,” adalah ajakkan untuk berefleksi dan terpekur diri agar dapat bersikap arif dalam memandang sesama. Kita diajak cermat dan cerdas dalam mengukur diri sendiri sebelum menilai negatif sesama.
Kebijaksanaan telah mengajarkan kita agar senantiasa belajar untuk bercermin diri. “Hidup yang tidak direfleksikan adalah hidup yang sia-sia,” demikian pesan kearifan itu.
Kita hidup di dunia yang mengglobal ini penuh dengan trik-trik yang kadang kala dapat menjebak kita untuk masuk ke dalam sikon saling menyerang dengan mempertontonkan kuasa dan pangkat. Sebuah dunia yang arogan dan penuh persaingan serta sikap balas dendam.
Bagaimana kita bersikap? Masuklah ke kedalaman diri. Kita terpekur sampai sadar dan menemukan jati diri sejati. Kuatkan dan teguhkan hati ini agar kita sadar akan eksistensi kedirian kita yang asli otentik.
Di dalam keseimbangan diri, kita akan bertindak dan bersikap atas dasar sikap sadar diri. “Nosce te Ipsum” – kenalilah dirimu! Lewat sikap kenal dan sadar diri ini, kita bersikap bijaksana.
…
Kediri, 29 September 2023

