Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Red-Joss.com – Dunia kita telah remuk dilanda bencana kemanusiaan semesta.
Permusuhan, penistaan, pencemaran antaragama, antarsuku, antarras, dan…
Kini, hadir dan ada sebuah dunia khaos. Dunia yang terlunta terluka parah dan berdarah-darah.
Manusia seolah bebas memaki dan meludahi sesama, baik di lorong dan jalan, dan bahkan berani juga via media ekektronik yang bahkan berundang-undang.
Fenomena apa ini, ketiadaan pekerjaan, atau sekadar iseng, atau hilangnya naluri suci kemanusiaan yang bawaannya memang untuk saling menyayangi dan mengasihi?
Jangan-jangan ini sesungguhnya merupakan fenomena sirnanya kasih di dalam lubuk jiwa sang manusia?
Ini, permasalahan hilangnya kesejatian hidup serta ketulusan hati di dalam diri sang manusia?
Kita seolah telah kehilangan jati diri sejati selaku manusia berkarakter.
Pentingnya faktor pendidikan di dalam keluarga, di bangku sekolah formal, di dalam lembaga keagamaan, serta masyarakat kita agar perlu dan segera dibangunkan kembali pondasi kemanusiaan yang kokoh kuat.
Kita sesungguhnya, kehilangan kesejatian diri di dalam bersikap dan berkiprah. Kita telah kehilangan rasa kemanusiaan sejati.
Saudara, mari kita kembali memasuki rerelung hati serta jiwa suci kita untuk bersatu dan bersama membangun kesadaran baru.
Lewat gerbang kemanusiaan inilah,
kita semua sebagai sesama insan dan anak bangsa dalam ketulusan serta keikhlasan untuk ikhlas membangun kembali menara kemanusiaan kita di bawah langit biru Indonesia raya.
Kita bersama dan dalam sikap saling percaya agar mulai melakukan tindakan mulia ini.
…
Kediri, Januari 2023

