Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Kita tak butuh orang pintar, kita butuh orang jujur.”
(Jakob Oetama)
…
| Red-Joss.com | Berbagai group Whatsapp (WA), tiba-tiba dipenuhi dengan ahli politik dadakan yang merasa paling tahu mengenai masa lalu sampai masa depan calon kesayangannya.
Di masa seperti ini, persahabatan yang telah terjalin sekian tahun bisa tiba-tiba terputus, karena perbedaan pilihan.
Tidakkah mereka bisa melihat, bahwa setiap kandidat memiliki kelebihan dan kekurangan? Mengapa kita tidak bisa berdiskusi dengan tenang, membandingkan setiap kandidat dengan objektif agar nanti dapat menentukan pilihan berdasarkan alasan rasional?
Kondisi ini ibarat ‘cinta buta’ yang biasa dialami oleh para remaja. Saat kita demikian terbius oleh kekuatan persona seseorang, sehingga hanya dapat melihat hal-hal yang positif dari diri merekaโฆ.
(Kompas, Sabtu, 16/12/2023, Karier).
Refleksi ini terinspirasi oleh sebuah tulisan dalam harian Kompas, berjudul, “Cinta Buta.”
Ada pun visi dasar dari tulisan ini, bahwa saya tidak membahas hal suksesi kepemimpinan politik di negeri ini. Hal yang ingin saya tujukan berupa sebuah ajakan, hendaklah kita tidak mudah terjebak untuk mendewakan seorang manusia.
Refleksi tulisan ini sebagai sebuah ajakan, agar kita dapat bersikap lebih rasional. Sekaligus agar kita secara psikologis tidak mudah terjebak untuk mendewakan seorang manusia sambil mengambinghitamkan pihak lain.
Karena nyata, bahwa kita hanyalah manusia biasa, dan bukan sesosok dewa!
Semoga di dalam hidup yang serba semu ini, kita tidak mudah dikibuli oleh sosok pribadi yang terkesan super pintar, namun, sesungguhnya itu hanyalah sebuah intrik semu sekadar mengibuli sesama.
“Non multa, sed multum“
(bukan jumlah, tetapi isinya).
…
Kediri, 17ย Desemberย 2023

