| Red-Joss.com | Hidup harian kita, meliputi pikiran, perkataan dan perbuatan, adalah medan bertumbuh kuat atau ibaratnya biji sesawi yang ditanam oleh Allah dalam hati kita.
Yesus mengajar tentang sabda-Nya dengan ilmu bertani. Benih iman (the seed of faith) layaknya benih-benih lainnya, hanya dapat menjelasksn satu maksud tatkala ia ditanam. Karena sabda Allah adalah Roh, ia hanya dapat tumbuh dan menghasilkan tuaian (harvest), tatkala benih itu ditanam di tanah yang benar.
Sabda Allah adalah Roh dan tanah bagi Roh itu adalah roh manusia. Benih iman ditanam dalam hati manusia. Itulah tempat satu-satunya di mana Sabda Allah dapat ditanam, apabila diharapkan untuk bertumbuh. Iman akan nampak dalam semua tingkah laku dan perbuatan kita: ditengah keluarga, dalam pergaulan, menjalani profesi, atau ketika kita mengerjakan tugas-tugas pelayanan kita. Apakah ‘sak-sake’ alias suam-suam kuku, atau ‘tememen’ alias lahir batin.
Monggo. Itu pilihan. Yang kita pilih yang akan menentukan martabatnya.
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

