Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Yang pertama dan utama, jadilah seorang manusia. Sekali lagi, jadilah seorang manusia.
Selanjutnya, jadilah apa saja.”
(Amanat Hidup Sejati)
…
| Red-Joss.com | Tidak dapat disangkal, bahwa manusia itu ciptaan teragung dan mulia dibanding ciptaan lainnya.
Bahkan manusia itu dijuluki sebagai mahkota dari segala ciptaan. Dia, bahkan diciptakan segambar dan serupa Sang Pencipta.
Penulis mengangkat hal ini karena terinspirasi oleh kisah berikut ini!
Lebih Penting
Sang Guru sangat senang akan kemajuan teknologi, tapi ia pun sadar akan keterbatasannya.
Seorang industrialis bertanya kepadanya, “Apa kesibukan Tuan, sehari-hari?”
“Aku ini, pengelola industri manusia.”
“Tuan Guru, apa maksud dan makna ucapanmu,” tanya sang industrialis.
“Oh ya, usahamu menghasilkan barang terbaik. Tetapi usahaku, menghasilkan manusia terbaik,” jawab Guru.
Lalu, dengan penuh keyakinan, berkatalah Guru itu kepada para murid, “Tujuan hidup adalah perkembangan pribadi manusia. Namun, ternyata orang-orang lebih mementingkan barang-barang.”
(Sejenak Bijak, Anthony de Mello, SJ)
Apakah pandanganmu, bahwa “tujuan hidup ini adalah perkembangan pribadi manusia dan bukan barang-barang?”
Pernah, dan sejauh yang masih saya ingat, sang bijaksanawan berkata, “Tujuan mulia dan esensi dasar dari proses edukasi adalah proses menjadikan seorang manusia, sungguh manusia.”
Mengapa demikian? Ya, karena manusia adalah pemegang kendali dan aktor intelektual dari seluruh proses hidup.
Manusia itu yang mengatur dan penentu seluruh kebijakan hidup ini. Maka, yang perlu dibentuk adalah faktor manusia.
Apa yang terjadi, jika hidup dan kehidupan ini, justru dikelola oleh manusia yang tidak berkepribadian serta tidak memiliki jati diri? Tentu, akan amburadul dan hancurlah tatanan kehidupan ini.
Maka, aspek manusia itu yang pertama dan utama yang perlu dibentuk dan bukan barang-barang!
…
Kediri,ย 18ย Maretย 2024

