Ketika sudah tua, Socrates belajar musik. Lalu orang bertanya, “Apakah kamu tidak malu belajar di usia tua?” Lalu ia menjawab, “Aku merasa lebih malu menjadi orang bodoh di usia tua.” – (Socrates)
Malu itu wajar. Semua orang pernah mengalaminya, tapi tidak usah malu, karena hal-hal ini.
Keempat: keluarga. Janganlah malu dengan keluarga kita. Karena tidak ada manusia yang sempurna, termasuk kita atau dengan keluarga kita.
“Keluarga saya tidak seharmonis keluarga tetangga,” “Keluarga saya biasa saja,” atau “Orangtua saya tidak punya apa-apa,” dan litani kekurangan lainnya.
Jika kita mempunyai pikiran seperti itu, berarti keterlaluan! Itu pemikiran salah! Kita ada seperti saat ini, karena orangtua. Hasil jerih lelah dan doa-doa mereka. Kita tidak harus malu mempunyai keluarga biasa. Tapi kita harus malu, jika banyak menuntut tanpa memikirkan orangtua.
Sesungguhnya dengan mempunyai keluarga berarti kita orang yang beruntung. Karena banyak orang yang tidak pernah merasakan mempunyai keluarga. Jadi, kalau saat ini kita mempunyai keluarga itu harus disyukuri dan disayangi.
Kelima: kesederhanaan. Hidup kaya dan mewah itu siapa yang tidak mau. Semua orang tentu menginginkan hal itu.
Sedih memang, ketika melihat di media sosial banyak postingan penuh kepalsuan. Ke mana-mana naik mobil mewah, tapi ternyata mobil pinjaman. Sukanya traktir sana sini, tapi ternyata duit dari orang tua, bahkan tidak banyak orang yang berhutang sana sini.
Hidup itu sederhana, tapi kadang gengsi itu yang membuat susah. Orang yang berlebihan bisa saja tidak bahagia, karena banyak tagihan. Terlilit hutang yang mungkin tidak keliatan nitizen. Tapi justru kesederhanaan itu yang membuat kita hidup tenang, dan bahagia.
Ingat, orang yang malu itu bukan karena hidup sederhana, melainkan yang malu itu hidup mewah tapi memaksakan diri. Kebahagiaan itu didapat tidak dari kemewahan, tapi seringkali dapat ditemukan dalam kesederhanaan.
Jangan malu dengan masa lalu, pekerjaan, keluarga, dan jangan malu dengan kesederhanaan kita. Karena yang lebih utama adalah hidup damai dan bahagia.
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj

