| Red-Joss.com | Saat kita lelah, lihatlah matahari. Bersinar di pagi hari, terbenam pada petang hari. Menandai dimulainya hari baru, dan menutup hari itu. Semuanya berjalan dengan pasti setiap hari. Cukupkah bagi kita untuk menyadari. Sebab, semua yang terjadi pada kita adalah kepastian.
Saat kita bingung, lihatlah arah mata angin. Ada empat arah utama: Utara, Selatan, Barat, dan Timur. Keempat arah itu memastikan kita untuk melangkah. Tinggal diingat ke mana arah yang sebenarnya. Arah itu akan menuntun kita, sampai di tempat kita. Sehingga kita tenang kembali.
Saat kita berbeban berat, lihatlah pelangi. Warna-warni itu menggambarkan hidup kita. Hidup yang harus dijalani itu tidak pernah sama. Nikmat rasanya saat bisa menjalani, melewati, dan memperjuangkannya. Terasa hidup makin komplit.
Saat kita tidak punya kebebasan, rasakan desiran angin. Dari mana datangnya dan ke mana perginya, tidak ada yang tahu. Dia selalu ada di sekitar kita membawa dan membagikan kesegaran. Membuat kita yang terkekang tetap bisa menghirup udara segar.
Saat kita takut, lihatlah cakrawala. Tanpa ada yg membatasi. Itulah luasnya mimpi-mimpi kita. Tidak ada yang bisa membatasi. Saat kita bisa berpikir dan merasa tanpa batas, maka ketakutan itu runtuh.
Saat kita sepi, rasakan hadirnya Sang Pencipta. Dia yang menciptakan dan memelihara kita. Dia yang menunjukkan jalan dan menerima kita kembali. Tidak diperlukan lagi arah mata angin. Yang menentukan adalah iman kita.
Iman yang mengarahkan kita untuk kembali kepada-Nya!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

