Tidak ada laporan, bagaimana persisnya kebangkitan Yesus terjadi, dengan cara apa, kapan saatnya dan siapa yang pertama melihat peristiwa itu. Jalannya peristiwa kebangkitan akan tetap tersembunyi, hanya jejak-jejak peristiwa itulah yang dikenali.
Pokok yang mendasari kepercayaan, bahwa Yesus telah bangkit:
- Pertama, Dia tidak ada di tempat dimakamkan, setelah diturunkan dari salib.
- Kedua, keyakinan orang-orang yang terdekat, bahwa Dia tidak lagi berada di antara orang mati. Amat besar peran kesaksian orang-orang yang datang mencari Dia yang tadinya wafat dan dimakamkan seperti disampaikan dalam Matius 28:1-10 (Malam Paskah); Yohanes 20:1-9 (Minggu Paskah pagi ); dan Lukas 24:13-35 (Minggu Paskah sore).
Makna kebangkitan dan harapan yang dihadirkan itu terus hidup, jika sampai hari ini, keyakinan orang-orang Kristiani dan cinta pada Tuhan terus berkobar dan menggerakkan kita semua agar setia bergerak dan bersaksi. Kebangkitanlah yang menjaga harapan kita, karena Yesus tidak dikalahkan oleh maut. Ia hidup dan memberikan harapan kepada kita yang kerap kali pula diliputi kegelapan, kesukaran hidup, dan kesedihan.
Kebangkitan ini mengingatkan kita, bahwa mengikuti Tuhan Yesus tidak selalu saat matahari terang benderang, saat pelangi bersinar, saat semua indah. Kadang-kadang, iman menuntut kita berjalan di tengah kegelapan, hujan, dan badai. Tapi kita tahu dan mempunyai Yesus yang bangkit, Sang Sumber Pengharapan. Untuk merawat pengharapan itu, kita mengingatnya dalam doa, hidup, identitas, tugas, dan perutusan kita. Ingatlah, bahwa berkat kemurahan Tuhan, kita diselamatkan, dan siap juga diutus untuk menceritakan kepada banyak orang tentang kebaikan hati-Nya. Mereka yang tersenyum dan mengatakan, bahwa Tuhan mengasihi kita adalah peziarah-peziarah pengharapan.
“Ya, Yesus, kami bersyukur, karena Engkau telah wafat dan bangkit bagi kami. Mampukan kami untuk bangkit dari kelemahan-kelemahan manusiawi kami. Amin.”
…
Ziarah Batin

