Menurut keyakinan iman kita, persekutuan merupakan awal mula segala sesuatu. Ayat-ayat pertama Kitab Suci, khususnya kitab Kejadian dan Injil Yohanes menjelaskan, bahwa persatuan atau persekutuan adalah hakikat Tuhan Allah. Persatuan lebih dahulu ada sebelum kejatuhan manusia pertama ke dalam dosa yang menyebabkan perpecahan dan pemisahan antara kebaikan dan kejahatan, rahmat dan dosa.
Di dunia ini, di mana pun terjadi semakin kuat pemisahan dan ketegangan yang mengancam persekutuan hidup, Tuhan juga tampak semakin kuat dalam kuasa-Nya membangun kembali persekutuan. Ia perbuat itu dalam diri dan karya Yesus Kristus. Yang diperbuat oleh Yesus Kristus supaya persekutuan itu makin kuat, ialah dengan membaharui tatanan atau pola hidup iman yang sudah terlanjur lemah. Ia membuka segala kemungkinan bagi mereka yang belum mengenal Tuhan supaya jadi percaya.
Penyembuhan kepada seorang yang sekaligus tuli dan gagap merupakan satu tindakan yang memperlihatkan, kalau iman itu sangat bergantung pada kemampuan kita untuk mendengar dan berbicara. Yesus pernah berkhotbah di kotanya Kapernaum, bahwa iman itu terjadi pada saat orang mendengarkan firman yang diwartakan. Mendengar ialah pintu masuk untuk iman, karena melaluinya orang membukakan diri untuk memperhatikan dan menaruh ketaatannya. Dari mendengar ini, kemampuan selanjutnya yang dituntut ialah berbicara sebagai wujud bersyukur, merayakan iman itu, dan mewartakannya.
Jika iman kita dipandang atau kita sendiri menganggapnya lemah, antara lain dapat diuji kemampuan kita dalam mendengar dan jadi Kabar Gembira bagi sesama. Kalau tanda-tandanya kita malas, bahkan tidak pernah mendengar dengan baik, ditambah dengan tidak berbicara dalam kebenaran firman Allah, berarti iman kita sedang dalam krisis yang serius. Yang lebih parah ialah bersikap benci dan menolak untuk mendengar dan berbicara tentang Tuhan. Jadi Yesus juga melakukan tindakan serius dengan harus berbuat sesuatu, memisahkan sedikit kita dari orang banyak lalu mencungkil halangan yang menghambat kita mendengar dan berbicara tentang iman kita.
Tuhan tetap membuka jalan dan segala kemungkinan bagi mereka yang ingin mengetahui dan mengimani-Nya. Pekerjaan ini dilakukan melalui Gereja, khususnya melalui kita yang sudah beriman. Caranya ialah memakai dua kemampuan yang ada, mendengar dan berbicara. Kiranya kita mengusahakan supaya orang-orang dapat mendengar Tuhan yang berbicara secara pribadi kepada mereka, dan dapat berbicara tentang Tuhan di dalam hidupnya yang nyata. Ini adalah cara-cara untuk memperkuat persekutuan di antara kita orang-orang beriman.
“Ya, Allah yang Mahakuasa, semoga kami selalu jadi saluran yang benar dan berguna bagi saudara-saudari kami yang ingin mengenal Dikau dengan lebih dekat dan jelas. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

