Oleh : Mas Redjo
| Red-Joss.com | Maaf, jangan salah persepsi. Maju mundur itu bukan jalannya hewan air Anggang-anggang. Tapi kebiasaan sikap kita, ketika hendak mengambil suatu keputusan, merealisasikan ide, atau saat kita disodori pilihan yang menarik dan menguntungkan.
Bimbang, ragu-ragu, atau maju mundur itu merupakan hal yang wajar. Manusiawi. Tapi sekali kita meliarkan sikap itu, maka jangan kaget, jika kita dicengkeram menjadi pribadi yang peragu, tidak tegas, lemah, bahkan lebih parah lagi menjadi pribadi yang tidak berani mengambil keputusan, dan ngambang.
Sekiranya hidup ini selalu maju mundur, dipastikan kita berkutat di tempat. Kita sibuk dengan diri sendiri. Kita tidak berani memilih untuk mengambil keputusan. Kita takut mengambil resiko. Takut gagal. Ketakutan yang sungguh menyiksa jiwa.
Berpikir maju mundur itu boleh. Tidak salah. Takut gagal itu juga wajar. Tapi jangan biarkan ketakutan itu menghantui pikiran, tersiksa, dan sakit. Keputusan itu kudu diambil. Dieksukusi. Sekiranya kita ragu, kita bisa minta saran pada teman yang bisa dipercaya, atau pada yang berkompeten; ahlinya.
Bisa juga kita urai untung ruginya, dampaknya, dan kemungkinan lainnya. Kita amati, catat, dan pelajari untuk perbaikan diri, supaya kita semakin pagami, cekatan, dan taktis untuk mengeksekusi tantangan demi tantangan itu.
Mantapkan hati apa pun yang hendak kita lakukan dan eksekusi itu. Mohon penyertaan Allah agar IA bimbing dan arahkan kita, sehingga keputusan kita adalah benar dan yang terbaik.
Selalu berserah pasrah pada penyelenggaraan Allah. Ikhlas. Tuntas.
Masย Redjo

