“It’s time to move on, let it go.” – Rio, Scj.
…
“Move on”… itulah pilihan tepat saat terpuruk, hati ini hancur berkeping-keping, patah hati, dikhianati, gagal, dan hidup terasa tak berarti dan sia-sis. Dengan ‘move on’ agar kita tidak larut dalam kesedihan dan penderitaan.
Ingat tiga huruf A, B, C ini agar ‘move on’:
‘Accept’, inilah langkah pertama untuk bangkit. Untuk berani menerima kenyataan pahit: hancur, gagal, dan terpuruk. Bukan untuk mencari dan menyalahkan. Melainkan untuk menerima, memaknai, dan mencari cara berbenah dan memperbaiki diri.
‘Believeing’, percayalah, bahwa semua itu bukan akhir. Sakit memang, sedih jelas, dan hancur pasti. Tapi hidup itu harus berlanjut. Percayalah masih ada jalan, teman, dan Tuhan.
Ingat, selalu ada cara bagi yang percaya kepada-Nya. Ada jalan bagi yang mempunyai iman. Juga selalu ada jalan terbuka bagi yang mempunyai harapan.
‘Connecting’. Ingat kita tidak sendirian. Masih ada orang yang tulus mengasihi kita, dukungan dari keluarga, dan dari Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita. Karena itu bangun relasi, komunikasi, dan kedekatan dengan mereka. Teristimewa dengan Tuhan Sang Pencipta.
Ayo bangun! Jangan hanya duduk, diam, baper, meratapi, bersedih dan menangis. ‘Move on’ itu menyangkut: ‘body, mind, and feeling’. Rasa dan perasaan itu yang paling sulit bangkit dan bergerak.
Jadi jangan langsung merubah perasaan, tapi mulai dari tubuh yang bergerak, pikiran yang menimbang, menilai, dan memutuskan. Rangsang pikiran ini dengan bertemu teman, melihat pemandangan, mengalami sesuatu yang baru, dan sebagainya. Lalu tata kembali serpihan perasaan yang luka dan hancur itu agar cepat pulih.
Saatnya kita bangkit dan bergerak sekarang juga!
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

