Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Kematian adalah sahabat,
bukan pengalaman klinis sekarat, tapi kenyataan akan
ketidakkekalan kita.”
(Thoreau)
Pertanyaan Reflektif
“Siapakah aku ini? Mengapa aku berada di sini? Untuk apakah hidup ini?”
Inilah sederetan pertanyaan abadi yang sungguh menantang kita demi mampu memaknakan, apa arti dan makna sejati dari kehidupan ini.
Genggaman Tangan Kita
Kita hidup di dunia ini tentu bukan sebagai sebuah peristiwa yang bersifat kebetulan belaka. Namun, kita sudah sungguh meyakini, bahwa kehidupan ini adalah sebuah rahmat dan kasih karunia yang memiliki makna serta arti penting di dalamnya.
Masih ingatkah dengan sebuah kisah tentang seseorang yang sedang dengan sangat eratnya ‘menggenggam sekeping uang koin’ di dalam genggaman tangannya?
Apa sesungguhnya makna dari eratnya genggaman tangan itu? Mengapa pula digenggamnya erat-erat sekeping koin karatan itu?
Kita pun sedang Menggenggam Koin-koin Karatan itu
Di dalam dunia modern yang kian gonjang-ganjing ini, ternyata masing-masing kita juga sedang sangat erat turut menggenggam koin-koin karatan itu.
Itulah kepingan koin-koin karatan yang merupakan idaman, idola, dan sesembahan kita. Anehnya, kita justru sedang sangat sibuk turut mengejarnya siang pun malam.
Mainan yang Sia-sia
Sejatinya, itulah kepingan-kepingan koin karatan sebagai mainan kehidupan berupa: uang, kenikmatan, kekuasaan, harta benda, dan prestise.
Itulah sesembahan incaran kita siang pun malam. Itulah pula incaran hidup yang justru kian menjauhkan kita dari kehidupan yang berahmat ini.
Maka, marilah kita sudi membuang jauh-jauh mainan-mainan yang sia-sia itu!
Mari, genggamlah erat-erat koin-koin: kasih setia, ketulusan, kejujuran, kerendahan hati, dan pengampunan.
Itulah kepingan koin-koin keabadian.
Wolotopo, Ende, 8 Juni 2025

