“Karena kita tidak bisa menolak anugerah Tuhan, hidup ini harus bertumbuh dan berbuah.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Sederhana, tapi jelas, mantap, tidak bisa diganggu gugat, dan pasti. Hal itu yang harus jadi landasan hidup kita untuk mengabdi dan melayani Tuhan.
Sesungguhnya, jika ingin bekerja di ladang Tuhan itu jangan bertanya tentang upah. Karena upah kita adalah belas kasih-Nya atas hidup ini.
Melayani sesama itu datang dari kesadaran jiwa, karena kita dipilih dan dikasihi-Nya. Jika tidak, selalu banyak alasan untuk menolak dan menjauhi ladang pelayanan.
“Tuaian banyak, tapi pekerjanya sedikit.”
Padahal dibaptis itu untuk diutus dan jadi saksi-Nya. Karena hidup ini ujud dari komitmen, konsekuensi, dan tanggung jawab kita atas anugerah-Nya.
Semula saya ingin menikmati masa tua dengan berwisata, bersantai-ria, dan momong cucu. Tapi urung, ketika seorang teman bercerita kisah miris sahabatnya yang shock usai purna tugas, karena tanpa persiapan dan kegiatan. Sehingga cepat pikun, sakit-sakitan, lalu berpulang ke haribaan-Nya.
Karena tak mau cepat pikun, stres, dan sakit-sakitan itu maka saya menyiapkan mental dan membuat rencana yang matang menjelang purna tugas.
Beruntung pula, sejak remaja saya aktif di banyak organisasi sosial. Sehingga banyak relasi. Tapi untuk aktif kembali di organisasi sosial itu tidak mungkin. Saya tahu diri untuk regenerasi. Tiba-tiba saya ingin menulis lagi. Dunia tulis menulis yang telah lama saya tinggalkan, karena sibuk berbisnis.
Dengan menekuni dunia menulis lagi, saya tidak harus pensiun. Selain menjauhi pikun, pekerjaan itu dapat saya lakukan di mana saja, tanpa mengganggu aktivitas yang lain. Kuncinya adalah mengelola dan mendisiplinkan penggunaan waktu dengan baik agar saya makin kreatif dan produktif.
Saya ingin berbagi pengalaman yang berkaitan dengan bisnis, religi, motivasi, dan inspirasi kehidupan.
Menulis sebagai media pelayanan dan kesaksian.
…
Mas Redjo

