Oleh : Jlitheng
[ Red-Joss.com ] Patokan: Orang yang kau pilih itu ibaratnya benih yang kau tanam dan buah yang kau petik kelak.
Makin kudalami jejak iman Maria Magdalena dan Petrus, yang bertemu di titik “aku melihat Yesus”, membuat aku makin kagum pada kecermatan Yesus, ketika memilih Petrus sebagai “kandidat leader masa depan gereja-Nya.” Walau tahu, bahwa Petrus itu tidak secerdas Thomas dan tidak selembut Yohanes, tapi tetap memilihnya. Sebab Petrus memiliki karakter seperti Yosef, Ayah-Nya, yakni lurus hati. Sifat lurus hati adalah lawan dari sifat iri dan dengki. Maka tidak sedikit pun Petrus tergoda oleh iri dengki. โMengapa MM yang duluan melihat dan bukan aku, bahwa Tuhan bangkit? Padahal aku murid-Nya, calon bos gereja-Nya.โ
Bentuk sifat iri berupa sikap senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain bahagia.
Sedangkan dengki adalah rangkaian perbuatan untuk merealisasikan rasa iri yang terjadi. Contoh seperti membiarkan yang lain celaka, menghalangi keberhasilan orang lain, menjatuhkan orang lain.
Hampir semua produk iri dan dengki lahir dari rasa rendah diri dan putus asa. Ketika seseorang menganggap orang lain melebihinya, rendah dirinya mencengkeram dia, dan dengan bantuan faktor eksternal (jabatan atau kedudukan) membuihkan rasa iri hati dan mendorong keinginan untuk menjatuhkan orang lain. Pokoknya: tidak tahan lihat orang lain senang. Temannya dapat pujian dari buku yang ditulisnya, dia juga membuat buku (walau membayar orang lain sebab dia aslinya tidak bisa menulis). Tujuannya supaya si dengki lebih viral. Ah, namanya juga dengki.
Sifat iri dan dengki itu seperti ilalang diantara gandum, sudah ada di setiap orang: baik orang pilihan seperti Petrus, (gembala, pejabat) atau orang biasa, seperti Maria Magdalena.
St Yakobus 3:16 dengan tegas mengingatkan di mana ada iri dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
Orang yang iri hati sanggup melakukan apa saja: fitnah, memutar-balikkan fakta, dan mencelakai orang lain, bahkan membunuh, sebab hatinya
penuh dengan bara.
Tetap jaga hati agar tidak terbakar dengki.
Jlitheng.

