Banyak anak harus disembuhkan dari luka-luka mereka. Luka batin itu biasanya paling lama disimpan, dan tidak mudah untuk disembuhkan. Tapi, tetap bisa disembuhkan. Karena selalu ada jalan, cara, serta pribadi yang bisa menyembuhkannya.
Luka batin itu terjadi dari yang dilihat, dirasakan, dan dari yang mereka simpan. Itulah sebabnya, beban itu terasa makin berat. Bayangkan, jika beban itu selalu dibawa setiap hari. Sehingga yang sering terjadi adalah muncul reaksi negatif, seperti emosi, kaget, takut, dan stres.
Ketika emosi yang tidak terkendali itu mengendalikan kita dari dalam. Di bawah alam kesadaran kita. Konkritnya, kita seperti mempunyai dua pribadi. Dua wajah yang berbeda. Kita seperti mempunyai tingkah-laku yang kontradiksi.
“Biarlah anak-anak datang keoada-Ku” (Mark 10: 14).
Kata-kata Yesus di atas itu adalah obat untuk menyembuhkan luka-luka batin yang terpendam selama ini. Kita datang kepada Yesus, berdoa dan memohon kepada-Nya: “Yesus menyembuhkan luka dan kesakitanku.”
Dengan kuasa sabda-Nya, kita disembuhkan hari ini juga.
Percaya, imani, dan selalu andalkan Yesus. Alleluya!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

