“Dia Datang Lebih Dekat dari yang Kita Duga”
Yohanes Pembaptis melihat Yesus datang kepadanya dan berkata:
“Lihatlah, Anak Domba Allah!”
Yohanes tidak berkata, “Lihatlah ada solusi,” atau “Lihatlah jawaban instan.” Tapi ia menunjuk pada Seorang Pribadi, yang nyata, hadir, dan datang mendekat.
Yohanes mengajak kita untuk berhenti sejenak: berhenti terburu-buru, mencari ke sana-sini, dan sungguh memandang Yesus.
Yesus diutus oleh Allah Bapa sejak semula. Ia datang bukan hanya untuk orang yang kuat imannya, melainkan juga untuk mereka yang lelah, bingung, dan merasa tersesat. Ia datang untuk mengumpulkan kita kembali, untuk membawa kita pulang kepada-Nya.
Sering kali, dalam hidup sehari-hari, kita pun merasa seperti orang buangan. Kita sudah berusaha, tapi tetap merasa kosong. Kita ingin setia, tapi sering jatuh lagi. Ke dalam keadaan inilah Yesus datang; bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mengasihi.
Itulah sebabnya Yohanes menyebut-Nya Anak Domba Allah. Bukan domba yang melawan dengan kekerasan, melainkan Anak Domba yang menyerahkan diri-Nya. Kasih-Nya lebih besar dari dosa kami, dan kerahiman-Nya lebih kuat dari kegagalan kami.
Pemazmur mengingatkan, bahwa Allah tidak menginginkan ritual yang kosong. Ia menghendaki hati yang mau mendengarkan, hidup yang berani berkata, meski dengan kelemahan: “Inilah aku, Tuhan. Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.”
Santo Paulus mengingatkan, bahwa kita dipanggil untuk hidup kudus,
bukan karena kita sempurna,
melainkan karena Allah setia.
Melalui baptisan, kami telah jadi milik Kristus. Sekalipun kami merasa jauh, doa terasa kering, dan kami jatuh berulang kali. Tapi kasih karunia Allah tidak ditarik kembali.
Tuhan Yesus, kami tidak memohon agar semua masalah langsung selesai. Tapi kami hanya mohon: tinggallah bersama kami. Ajarilah kami untuk meluangkan waktu, diam sejenak di hadapan-Mu, dan membiarkan diri kami dikasihi.
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

