Apa yang dirindukan dengan setia dan tekun dicari, maka datang juga apa yang selama ini dicarinya. Itulah buah dari kesetiaan dan ketekunan.
Memang prosesnya tidak mudah. Dia harus kreatif, rela berkorban, dan harus memberikan waktu yang cukup.
Itulah yang terjadi dengan murid-murid Yohanes Pembaptis yang berjumpa dengan Yesus, Sang Anak Domba Allah.
Oleh Yohanes Pembaptis, mereka ditunjukkan, dan mengikuti. Mereka bertanya, dan mendapatkan jawabannya. Akhirnya mereka tinggal bersama, dan pengalaman yang indah itu didapatkan mereka. Lalu mereka memutuskan untuk mengikuti Yesus, Sang Anak Domba Allah.
Para sahabat, kisah kemuridan kita masih terus berproses. Meskipun kita telah memutuskan untuk mengikuti Dia, Sang Anak Domba Allah, tetapi pencarian kita belum ‘selesai’.
Lihat … Masih banyak hal yang harus ditunjukkan kepada kita, karena sering salah fokus dan tidak serius mengikuti-Nya. Jika sedang senang, kita mudah melupakan Yesus. Misalnya, ketika liburan kita berwisata atau ke luar kota, tapi kita tidak ke Gereja (tidak merayakan Ekaristi).
- Masih banyak pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Bukan karena tidak percaya, melainkan kita harus lebih dalam lagi untuk mengenal-Nya.
- Masih banyak waktu yang terbuang percuma, karena kita melewatkan banyak kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama dengan Dia.
- Kadang kita lupa, bahwa kita sudah memutuskan jadi murid-Nya, tapi yang terjadi, tingkah-laku dan perbuatan kita, sama sekali tidak mencerminkan sebagai murid-Nya.
Karena itu, mau tidak mau, kita harus belajar lagi. Untuk tidak ‘tolah-toleh’, tapi terarah dan fokus.
“Lihatlah, Anak Domba Allah …!”
…
Macau, 04 Januari 2025
Rm. Petrus Santoso SCJ

