Red-Joss.com | Esok adalah Rabu Abu. Saat pintu retret agung dibuka. Di dahi setiap peziarah akan ditorehkan ‘abu’ sebagai penanda, bahwa kita adalah senilai abu, jika terlepas dari Allah, tujuan hakiki setiap insani yang berziarah.
“Let’s talk and walk with us”
Ajakan penuh rindu dari para abdi Allah untuk dengan kesetaraan sebagai anak-anak Allah bercerita dan bertukar kisah tentang kehadiran dan peran Allah dalam setiap peristiwa yang sering tidak rata, tidak baik-baik saja dan bahkan sering tak dapat dimengerti, namun ‘tetap bermartabat’ sesuai dengan rambu-rambu pemilik peziarahan ini.
Berkisah tentang peristiwa iman, yang di dalamnya Allah diyakini hadir dan berkarya, membuka mata dan telinga hati, sehingga lebih terang melihat-Nya dan jelas menangkap kehendak-Nya.
Mereka, para pegiat imani yang sebutannya korwil, kaling, pamong sabda, prodiakon, … “makin merunduk, makin empatik dan makin ramah”, justru ketika peran mereka makin tinggi di antara mereka. Ada paradox dengan mereka yang ada di pemerintahan duniawi atau organisasi. Makin tinggi makin ingin dilayani bukan melayani.
Setidaknya, dalam ‘sharing’ kehidupan pada Ahad malam yang lalu disepakati ada 3 (tiga) keuntungan yang diperoleh dari ‘sharing’ pertemuan lingkungan:
- Sharing (iman) menunda pikun. Bahasa, ucapan atau tulisan, mengaktifkan daya pikir diri sendiri dan memperpanjang daya ingat. Berbagi (mikir) berbeda dengan ‘forwarding’ (bukan pikiran sendiri, meneruskan kiriman orang lain).
- Sharing (iman) menyembuhkan luka-luka batin dan menghindarkan kita dari stres. Hidup ini
tidak baik-baik saja. Maka sebenarnya tidak apa-apa, kalau kita ini tidak selalu oke. Karena harga diri kita simpan yang tidak oke dalam hati dan akibatnya sering nyeri di ulu hati… - Sharing (iman) melenturkan otot-otot wajah dan pada waktu yang sama memperkuat otot tenggorok dan paru-paru. Sering kita terkejut, yang usianya 71 tahun nampak lebih muda dan ceria dari mereka yang 60 tahun, bahkan di bawahnya. Jawabnya, karena tidak terbiasa berbagi.
Poinnya: Puasa bergizi akan banyak didapat dari berbagi (sharing) dari pada disimpan sendiri. Berbagi iman, kasih, harapan, derma, tulisan, untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
Selalu senang berbagi berkat.
…
Jlitheng

