Itulah inti permohonan doa kita hari ini.
Kita diajak belajar dari perumpamaan tentang penabur benih, khususnya untuk benih yang ditaburkan di tanah yang berbatuan.
Lihat, benih itu bisa tumbuh, meski tumbuh, tapi tidak bertahan lama. Di sekitarnya banyak hal yang tidak mendukung.
Itulah gambaran dari hati yang keras. Telinganya mendengarkan Sabda Tuhan, tapi hatinya yang keras itu sulit ditembus oleh Sabda-Nya. Maka yang terjadi, hidupnya datar seperti tidak ada apa-apa sama sekali.
Jika hati kita keras, mohonlah kepada Tuhan, hati yang lembut. Mintalah setiap saat, sehingga Sabda Tuhan memecah kekerasan hati kita.
Lihatlah, kehadiran dari pribadi-pribadi yang keras hatinya (keras kepala dan kata-katanya) itu…
- Sulit untuk diajak berkomunikasi.
- Diam dalam seribu bahasa.
- Dingin dan tidak mempunyai kehangatan dalam berelasi.
- Wajahnya selalu tegang dan kaku dan tidak terpancar sinar kebahagiaan.
- Kata-katanya menusuk dan tidak bisa menjaga rasa. Sungguh sembrono dalam berkata-kata atau memberikan komentar dan pendapatnya.
- Mempunyai prinsip mau menang sendiri dan tidak peduli dengan prinsip yang lain.
- Semua harus mengikuti dirinya, jika tidak dia lawan.
- Hidupnya tidak terkendali lagi, karena dia seolah-olah hidup sendiri di tengah-tengah dunia ini, sehingga dia merasa bebas berbicara, tanpa peduli dengan orang di sekitarnya.
- Biasanya, hanya beberapa orang saja yang kemudian peduli, sedangkan yang lain memilih untuk pergi.
- Yang jelas, dia akan jadi bahan pembicaraan di sana sini.
Apakah kita mau mempertahankan hidup yang seperti itu?
Itulah sebabnya, kita mohon kepada Tuhan, supaya diberi kelembutan hati untuk mengubah hati kita (kepala kita, kata-kata kita) yang cenderung semakin mengeras ini.
Jangan bertahan untuk menerima benih Sabda Tuhan dengan kondisi tanah bebatuan, tapi sediakan tanah yang baik di hati kita, sehingga benih Sabda Tuhan yang ditaburkan bertumbuh dengan subur dan menghasilkan banyak buah.
Dapat dipastikan dengan cara hidup yang seperti itu, kita bakal mendatangkan sukacita bagi hidup yang lain.
Tidak ada jalan yang sulit dilewati, ketika kita datang kepada Tuhan dengan hati yang menyembah dan memuliakan Dia.
Pancarkan sinar kelembutan hati itu kepada setiap orang dan jangan membuat orang jadi takut, karena keras dan kakunya diri ini.
Tuhan memberkati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

