Red-Joss.com | Tak bisa dipungkiri, bahwa banyak saudara-saudari kita yg masih harus mandi keringat berlelah-lelah mengejar nafkah untuk memperoleh berkah demi bertahannya hidup.
Dalam suatu perjumpaan yang bernama serasehan saya temui satu fenomena indah, bahwa di antara mereka yang lelahnya sendiri belum juga reda, masih banyak yang rela berlelah-lelah meringankan lelah sesamanya.
Sekali lagi, ketika lelahnya sendiri belum lenyap, ada beberapa keluarga muda, suami-isteri, kaum muda, sebagian sudah senja usia, bersedia berlelah-lelah, untuk meringankan lelah sesamanya. Namanya ‘prodiakon’.
Mereka hanya berbekal niat yang suci dan seorang diri, menyampaikan Yang Maha Suci kepada sesama yang sakit, tua, tak berdaya, ada juga yang fisiknya tak baik lagi, dan tak sedikit yang dijumpai seorang diri, karena pasangannya pergi mencari sesuap nasi untuk bertahan hidup, bahkan kalau hari itu libur untuk kebanyakan.
Motivasi mereka hanyalah demi meringankan beban rohani, mereka yang lapar dan haus jiwanya.
Mereka sangat sadar, bahwa lelahnya dalam pelayanan adalah satu-satunya pintu untuk memperoleh berkah surgawi, yang mengusap lelah ragawi mereka.
Maka mereka tekun berupaya bisa berbahagia dalam lelahnya.
Tetap semangat berbagi kisah tentang berkah Allah.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

