| Red-Joss.com | Hati ini sedih dan berduka, ketika kita melihat arogansi negara kuat yang mempermainkan negara lemah dan menguasainya, untuk melampiaskan libido kekuasaan mereka.
Marilah kita bersatu dalam doa bersama Bapa Paus, dan gaungkan terus menerus supaya stop kekerasan itu!
Bung Hatta mengatakan, “kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun kurang adab, karakter buruk, sulit diperbaiki.” Misalnya, kekerasan yang sedang dipertontonkan oleh negara kuat terhadap yang lemah, atau ka-de-er-te [kdrt] yang sering dilakukan suami terhadap istrinya.
Apa itu kekerasan?
Kekerasan berasal dari (bahasa Inggris: Violence yang berasal dari (bahasa Latin: violentus) adalah sebuah ekspresi adanya agresi atau penyerangan, yang dilakukan secara fisik ataupun secara verbal pada kebebasan atau martabat seseorang yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang lebih kuat terhadap mereka yang lebih lemah. Ada ‘power abuse’.
Dulu kita menyangka, kekerasan dilakukan oleh mereka yang rendah budaya dan didikan. Kita terkesiap, karena kekerasan justru sering terjadi di zaman yang serba canggih ini dan oleh mereka yang bertitel serta berpredikat guru dalam hidup spiritual.
Mengapa?
Akar Kekerasan adalah:
Kaya tanpa bekerja,
Kesenangan tanpa nurani,
Pengetahuan tanpa karakter,
Perdagangan tanpa moral,
Ilmu tanpa kemanusiaan,
Ibadah tanpa pengorbanan,
Politik tanpa prinsip.
Mahatma Gandhi
Bapa Paus mengajak kita semua untuk melawan kekerasan itu dengan berdoa.
Yang mulia Bapa Paus, izinkan kami untuk bergabung dalam doa.
Tak jemu berbagi cahaya, terutama bagi para sahabat yang sedang berbeban berat.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

