| Red-Joss.com | Setiap Sabtu Tanti libur. Pagi itu Tanti sarapan sambil ngobrol dengan Mamanya!
Tanti: “Ma, hari ini jemuran tetangga nampak bersih, ya…!”
Mama: “Oh, ya?” (Mama Tanti ikut melihat dari kaca jendela rumahnya).
Tanti: Kemarin-kemarin tampak gak bersih ‘kan ma?”
Ketika Papanya mendengar obrolan Tanti dan Mamanya itu, dia langsung menukas: “Eh… Tanti, jangan berburuk sangka pada tetangga ya !”
“Ya, kemarin Tanti lihat Papa membersihkan kaca–kaca jendela rumah kita! Jadi selama ini bukan jemuran tetangga yang gak bersih, ya, Pa…?” kata Tanti.
“Ya, iya, kaca jendela kita yang kotor…,” jawab Papanya.
“Jendela hati kita juga harus rutin dibersihkan, agar makin kinclong, sehingga dapat melihat keindahan dan kebaikan sesama dengan jelas”, katanya.
“Terlalu larut pada buruk sangka akan membuat dirimu larut pada rasa cemas, gelisah dan tidak tenang. Sebab memelihara emosi negatif dalam dirimu akan membuat aura jiwa jadi negatif. Semua orang akan terlihat bak musuh dalam selimut, bermuka dua, berkhianat, padahal itu akibat jendela hati sendiri yg blureg, reged, berkerak,” tambahnya.
“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di matamu tidak engkau ketahui?”
Jagalah tetap bening jendelamu.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

