Iman Yohanes Pembaptis benar-benar mentransformasi dirinya jadi seorang yang tulus, rendah hati, dan jujur. Ketika melihat Yesus datang kepadanya, ia tidak ragu-ragu mengungkapkan, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Ungkapan tegas Yohanes ini kemudian jadi doa liturgis Gereja dalam perayaan Ekaristi.
Dengan berlandaskan imannya, Yohanes memberi kesaksian tentang Yesus yang adalah sungguh Anak Allah. Karena itu, ia dan kita ikut merasakan, bahwa kita juga diundang oleh-Nya untuk berpartisipasi dalam karya luhur Allah bersama Putra-Nya. Kita mendapat teladan yang baik dari Yohanes dalam hal praksis beriman yang transformatif.
Dalam beriman, sikap pasif dan sekadar menikmati keselamatan pribadi itu tidak cukup. Kita mesti memberi kesaksian yang tegas kepada sesama tentang Yesus dan bagaimana Dia menyelamatkan manusia. Sikap kita yang berlandaskan iman pada-Nya itu untuk meyakinkan orang lain, bahwa beriman pada-Nya tidak sia-sia. Sesungguhnya yang kita imani itulah yang kita doakan dan itu pulalah yang kita hayati dalam keseharian (lex credendi, lex orandi, lex vivendi).
“Ya, Tuhan, semoga Engkau selalu hadir dalam usaha kami untuk meyakinkan orang banyak tentang karunia-Mu yang selalu kami terima. Amin.”
Ziarah Batin

