Tiga kewajiban agama Yahudi selain berdoa dan sedekah adalah berpuasa. Mereka beranggapan, berpuasa itu merupakan tindakan kesalehan untuk menyenangkan Tuhan dan menaklukkan nafsu kedagingan. Laku kesalehan ini juga jadi sorotan Yesus dalam pengajaran-Nya. Ia mengoreksi motivasi dasariah kaum Farisi yang menjadikan laku kesalehan hanya untuk dipamerkan.
Bagi Yesus, ketaatan pada hukum memang penting, tapi juga didasari oleh niat yang tulus dan murni agar tidak sekadar formalisme dan ajang untuk memamerkan kesalehan. Hal berpuasa ini juga jadi kebajikan Kristiani. Praktik berpuasa ini juga membantu kita untuk memaknai setiap peristiwa hidup dan mencari yang dikehendaki Allah, bukan kehendak daging kita.
Dengan berpuasa, kita dapat menundukkan keinginan kita dan mendahulukan kehendak Allah atas apa yang kita rencanakan. Yesus mengajak kita agar setiap ibadah, termasuk puasa, harus dijalani dengan penuh sukacita dan tulus.
“Ya, Tuhan, penuhilah kami dengan Roh-Mu agar kami semakin taat pada ajaran-Mu dan tulus dalam mengikuti kehendak-Mu serta mampu mengalahkan ego kami sendiri. Amin.”
Ziarah Batin

