Red-Joss.com – Di tengah hiruk pikuk sebagian laki-laki yang cenderung memulas dirinya dengan intrik, tipu-tipu, pulasan-pulasan yang menampilkan sosok “seolah-olah” (seolah baik dan cinta sesama), ditampilkan sosok laki-laki tulus hati, tanpa kata, dan moto hidupnya “taat-taat-taat.” Laki-laki itu adalah Yusuf, suami Maria, ibunya Yesus.
Paus Fransiskus menyebut sosok Yusuf ini sebagai seorang lelaki yang taat. Ketaatan Yusuf terhadap kehendak Allah sudah teruji.
Sebanyak empat kali Yusuf diuji, yang pemberitahuannya lewat mimpi dan tanpa kata atau diam, dia menjalankan semuanya itu.
(1). Ketika diminta menikahi Maria sebagai istrinya (Mat 1:20).
(2). Ketika diminta malaikat membawa istri dan anaknya mengungsi ke Mesir (Mat 2:13).
(3). Ketika diminta pulang dari Mesir (Mat 2:19).
(4). Ketika diminta untuk tidak ke Yudea, tapi ke Galilea, karena Arkhelaus menjadi raja di Yudea (Mat 2:22).
Empat kali pula Yusuf tidak pernah berkomentar. Dia menjalankan semua yang diminta kepadanya dengan diam, tanpa satu kata ke luar dari mulutnya.
Diam merupakan tindakan tidak bersuara atau tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Saat menghadapi masalah dalam kehidupan, tidak sedikit orang yang memilih diam. Hal ini terkadang perlu dilakukan agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
Bagaimana Yusuf dapat melakukan semua itu? Yusuf memiliki dua sifat utama yang membuatnya mampu menjalani perannya, di segala cuaca, yakni “tulus hati dan tanggung jawab.“
Laki-laki yang tulus tidak akan bertindak curang demi harga diri.
Laki-laki yang bertanggang jawab mampu berkorban untuk memikul tanggung jawab yang dipikulnya. Dia mampu menanggung resiko apa pun demi tanggung jawabnya.
Selamat buat laki-laki yang, walau tidak tampak hebat namun tulus hati dan tanggung jawab. Dia tidak akan tinggal glanggang colong playu (lari dari masalah/tanggung jawab).
…
Jlitheng

