“Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba (Why 9: 14b).
Dalam sebuah perusahaan atau instansi pemerintahan, biasanya orang-orang akan berusaha untuk naik pangkat. Rekan-rekan kerja sering kali dianggap sebagai saingan, karena jumlah ‘kursi’ yang dikejar sangat terbatas. Maka, tidak mengherankan, bahwa dalam budaya yang kompetitif tersebut, kerap muncul sikap iri hati, saling menjatuhkan, bahkan menghalalkan segala cara untuk meraih kedudukan yang diinginkan. Demikian pula dengan orang-orang Yahudi dalam bacaan pertama iri hati terhadap Paulus dan Barnabas, karena merasa terancam kedudukannya.
Berbeda halnya dengan Kerajaan Surga. Tidak ada batasan jumlah orang yang dapat menempati ‘kursi’ yang tertinggi. Tidak ada kuota orang kudus yang dapat tinggal di Surga. Sebaliknya, justru makin banyak orang yang mengejar kekudusan, akan makin baik dan makin mudah jadinya. Tidak perlu saling menjatuhkan. Semua diundang, semua mempunyai peluang.
Mari kita berlomba-lomba dan saling mendukung untuk memperoleh ‘kursi’ dalam Kerajaan Surga. Tidak ada orang yang dapat pergi ke Surga sendirian.
Fr. Yohanes Paulus C., CSE
Minggu, 11 Mei 2025
Kis 13: 14.43-52 Mzm 100: 2-3.5 Why 7: 9.14-17; Yoh 10: 27-30
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

