Ada seorang Bapak dan anak bertengkar keras pada malam sebelum tidur. Mereka tidak sepaham dengan urusan bisnis keluarga yang mereka jalankan bersama-sama. Bahkan mereka tidak saling berdamai sampai masing-masing pergi tidur. Bagi anak, cara berpikir orangtua terlalu kuno, jadi itu dibiarkan saja seperti angin lalu.
Sedang bagi Bapak, kata-kata kasar dan keras di antara mereka berdua sangat menusuk hati. Ia tidak bisa tidur. Posisi terlentang, miring, dan telungkup itu tidak bisa membuatnya tenang dan tertidur. Ia bangun dan duduk. Ia juga berdiri dan berjalan sebentar di dalam kamar. Ia tetap tidak bisa tidur. Ia hanya ingin malam itu cepat berlalu, kalau pagi datang membawa cahaya fajar yang cemerlang, ia ingin memandang wajah putranya itu: tersenyum, menyapanya, mengucapkan maaf, dan memeluk hangat anaknya.
Ia ingin meninggalkan rasa benci, marah, dan jahat kepada anaknya. Doanya ialah: supaya malam yang gelap itu lekas berlalu pergi, dan pagi segera datang, supaya berdamai dengan putranya.
Pengalaman Bapak-anak ini adalah pengalaman kita semua. Khususnya pada saat menyongsong hari raya Natal ini. Banyak di antara kita ingin sekali dikunjungi dan ditemui fajar cemerlang sumber kehidupan, yaitu Tuhan.
Zakaria menyampaikan nyayian pujiannya, dengan seruan, bahwa Allah datang mengunjungi umat-Nya. Allah akan melepaskan mereka dari ikatan musuh-musuh dan lawan yang membenci mereka. Allah menghalau kegelapan dan menghadirkan terang bagi mereka yang sangat mengharapkan pembebasan dan keselamatan.
Di hari 24 Desember ini, Surya pagi memberikan kita pesan, bahwa cahayanya tidak redup, supaya kita masing-masing dan keluarga bersuka cita sepanjang hari. Meskipun pada sorenya Matahari itu akan terbenam dan malam menyusul, tapi cahaya Yesus Kristus tidak ikut termakan oleh malam. Kita semua tetap mengalami, bahwa Ia adalah fajar cemerlang, dan kita segera merayakan ulang tahun kelahirannya pada malam hari.
Menurut nyanyian Zakaria, fajar itu ada di tempat yang tinggi, sehingga menyinari mereka yang mungkin masih berdiam dalam kegelapan dan naungan maut. Mau tidak mau harus diakui, ada sebagian sesama anggota Gereja yang sudah lama sekali belum mau didatangi cahaya itu, dan kali ini baru mau didatangi. Semua anggota Gereja, baik yang sudah mantap dalam persiapannya maupun yang sedang mematangkan persiapannya. Marilah kita bersuka ria menyongsong Fajar Cemerlang yang datang mengunjungi kita.
“Ya Allah, semoga kami mantap dalam menyiapkan diri untuk perayaan Natal nanti malam. Amon.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

