Langkah Pertama:
Aku kenal Dia.
Aku mendekat kepada-Nya.
Aku belajar lagi untuk mendalami ajaran-ajaran-Nya.
Aku jadi intim dengan-Nya.
Aku percaya kepada-Nya, dan
berjanji untuk setia.
Langkah Kedua:
Aku mulai berani bersaksi tentang Dia.
Aku merenungkan dan menuliskan ajaran-ajaran-Nya.
Aku berbagi tentang apa saja tentang Dia.
Aku yakin bakal banyak pribadi yang terus mencari Dia.
Langkah Ketiga:
Aku menjadikan Dia sebagai yang pertama dan utama bagi hidupku.
Aku mulai hariku dan mengakhiri hidupku dengan menyebut nama-Nya.
Aku percaya, maka kugenggam terus tangan-Nya.
Langkah Keempat:
Aku tidak pernah memaksa, setiap pribadi untuk percaya.
Aku tidak pernah mempengaruhi setiap pribadi untuk mengikuti Dia.
Aku percaya, iman adalah rahmat dan itu diterima dengan kebebasan memilih. Jika kepercayaan itu sudah muncul dalam hidupmu, jangan menyangkalnya. Karena itu bukan kamu yang memulainya, tapi rahmat Tuhan yang menyingkapkan diri-Nya.
Aku dan kamu dengan mantap melangkah mengikuti-Nya. Orang yang percaya itu tidak takut, ragu-ragu, apalagi malas-malasan untuk jadi saksi-Nya. Karena kita mengandalkan-Nya. Alleluya!
Rm. Petrus Santoso SCJ

