“Kami tidak melihat, tapi percaya. Kubur yang kosong itu berbicara lebih kuat dari penglihatan.”
Allah yang Maharahim,
di pagi hari pertama, anak-anak-Mu berlari menuju kubur yang kosong; bingung, mencari-cari, dan belum mengerti sepenuhnya.
Yesus tidak terlihat, tapi justru dalam ketidakhadiran itu, iman lahir.
Tuhan Yesus, seperti murid yang Engkau kasihi, kami pun berdiri di depan “kubur-kubur kosong” dalam hidup kami; saat Engkau terasa jauh, diam, dan tersembunyi.
Engkau mengundang kami untuk melihat lebih dalam, percaya melampaui yang dapat kami pahami. Engkau telah mengalahkan dosa, maut, dan kegelapan. Engkau tidak lagi di tempat kematian: Engkau bangkit, hidup, dan berkarya, bahkan saat kami tidak menyadarinya.
Ajarilah kami untuk berpegang pada janji-Mu, mengingat sabda-Mu di tengah ketidakpastian, dan mengenali tanda-tanda kehadiran-Mu yang lembut: dalam Kitab Suci,
Ekaristi, dan hidup keseharian kami.
Bapa, terima kasih atas kesaksian para Rasul, iman yang diwariskan kepada kami, dan atas panggilan untuk jadi saksi di zaman ini.
Walau tidak melihat, kami memilih untuk percaya. Dalam kegelapan sekalipun, kami memilih untuk berharap.
Yesus yang bangkit, kini hidup kami tersembunyi di dalam Engkau.
Tuntunlah kami sampai hari, di mana kami memandang Engkau dalam kemuliaan.
Yesus, Engkau andalanku. Alleluia.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

