Ketika ada banyak ‘kuasa’ yang mempengaruhi, mengendalikan dan mengatur kita. Lalu ‘kuasa’ mana yang harus diikuti?
Kita jadi pusing sendiri, ketika tidak bisa mengikutinya, karena terlalu banyak kuasa itu.
Lihat, di atas kita ada yang lebih berkuasa, dahsyat, yang berusaha mengendalikan serta mengatur kita.
Jadi artinya, kita ini sangat tidak bebas. Belum lagi ada hal-hal yang bisa mengatur kita, misalnya uang. Ada banyak orang yang hidupnya jadi tidak ‘normal’ gara-gara uang.
Juga ada lagi yang hidupnya dikuasai oleh perasaan atau keinginannya sendiri. Hal ini yang membuat hidup kita jadi tidak tenang.
Sesungguhnya ada kuasa yang berwujud dan ada kuasa yang tidak berwujud, tapi keduanya menguasai, mengatur dan mengendalikan kita.
Faktanya yang namanya kuasa itu membuat kita jadi keder, tapi, juga ada kuasa yang membuat kagum dan membebaskan kita. Kuasa itu ada dalam diri Tuhan Yesus.
Dengan kuasa-Nya, Dia menyampaikan sabda Tuhan dengan mempesona. Dia membebaskan orang yang kerasukaan roh jahat, menyembuhkan sakit penyakit, dan menghidupkan orang mati.
Oleh karena itu, yang harus kita lakukan sekarang adalah mengenali kuasa-Nya.
Kita tidak akan kehilangan energi itu, jika kita menempatkan Tuhan Yesus di dalam hidup kita dan menjadikan Dia sebagai fondasi iman serta semangat pelayanan kita.
Yang penting, kita sungguh bisa mengenali, bahwa kuasa itu ada di dalam diri-Nya. Kuasa untuk menyampaikan sabda Tuhan: “He is a great preacher. Dan kuasaNya untuk menghancurkan kuasa roh jahat: He is the Son of God.”
Dengan kuasa-Nya, hidup kita dituntunnya agar mempunyai hati dan telinga seorang murid, sehingga kita taat kepada-Nya, khususnya saat mendengarkan “perintah-Nya – sabda-Nya.” Amin.
Rm Petrus Santoso SCJ

