“Setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus” (Kis 4: 18).
Di zaman sekarang, banyak orang terpesona oleh kuasa ilmu perdukunan, sihir, dan berbagai kekuatan gaib lainnya. Tapi sebagai orang Kristen, sering kali kita lupa, bahwa ada kuasa yang jauh lebih besar yang kita miliki, yaitu kuasa Nama Yesus. Hanya melalui nama-Nya, hidup kita dapat disembuhkan, dipulihkan, dan diperbaharui sepenuhnya.
Kuasa ini tidak bekerja secara otomatis; kita harus mengimani-Nya dengan sungguh-sungguh. Ketika iman kita teguh, mukjizat Allah dapat terjadi dalam kehidupan kita. Masa Paskah mengajak kita untuk merenungkan kembali iman kita, karena Yesus telah bangkit dan hidup bagi kita. Pertanyaannya adalah: sudahkah kita jadi orang Kristen yang sungguh-sungguh, baik dalam perkataan, tingkah laku, dan perbuatan sehari-hari?
Marilah kita membuka hati untuk mengalami pemulihan dan mukjizat dalam seluruh aspek hidup kita. Dengan mengalami sendiri kuasa dan kasih-Nya, kita jadi saksi bagi dunia, bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang hidup. Kuasa Nama Yesus tidak bisa ditandingi, dan melalui kesaksian kita, dunia dapat mengenal-Nya.
Sr. M. Kresentia, P. Karm
Sabtu, 11 April 2026
Kis 4: 13-21 Mzm 118: 1.14-21 Mrk 16: 9-15
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

