Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Red-Joss.com l Ralasi negatif klasik antara “kuasa dan keangkuhan,” memang ada dan terjadi di dunia ini.
Maka, lahirlah frase “main kuasa,” artinya orang bertindak semena-mena, karena merasa berkuasa.
Di dalam konteks ini, yang ada / terjadi, bahwa sebuah kekuasaan, justru dapat melahirkan tindakan atau sikap angkuh. Keangkuhan, karena merasa berkuasa. Ini berarti, ada orang yang sungguh-sungguh memanfaatkan “power kuasanya,” jabatannya, kepangkatannya, serta kekuatan status sosialnya, selagi dia berkuasa. Inilah yang disebut, “memanfaatkan kesempatan emas selagi berkuasa.”
Tindakan serta sikap “main kuda kayu” model ini, memang ada. Miris serta ironis jadinya, hidup ini.
Padahal, idealnya, seorang pemimpin hebat, seorang pemimpin besar serta agung adalah “seorang pemimpin yang melayani.” Artinya, fungsi kekuasaannya itu hadir dan ada, demi suatu model serta di dalam konteks pelayanan prima.
Saudara, saya teringat akan cerita putri kedua Bung Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta, bahwa suatu saat, Bung Hatta menegurnya dengan sangat keras, karena dia menggunakan “kertas surat berkop Konsulat Jenderal RI” saat menulis surat pribadi kepada ayahnya.
Atau, ada juga contoh lain, lewat sebersit โsuri teladanโ mantan Kapolri, Jenderal Hoegeng, yang tidak pernah โmenulis surat katebeleceโ agar putra/putrinya gampang diterima saat mendaftar di sekolah favorit.
Kini, banyak praktik salah kaprah ini marak terjadi. Mobil berplat merah digunakan untuk belanja keluarga pejabat. Ada juga, putra seorang pejabat yang turut serta melancong gratis ke luar negeri dengan rombongan pejabat. Atau juga, saat nikah putri seorang pejabat, maka para pegawainya wajib menjadi anggota kepanitiaan pesta nikah.
Saudaraku, sikap tahu diri adalah sebuah etika mahapenting yang seharusnya mutlak dipraktikan di dalam hidup bermasyarakat.
Mari, kita hidup serta melayani sesama sesuai pedoman moral serta etika yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur serta martabat kemanusiaan.
“Maka, Saudara, layanilah
sesamamu di dalam dan dengan setulus kasihmu!โ
…
Kediri, 6 Maret 2023

