“Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya” (Mark 1: 27b).
Sering kali kita mendengar orang mengatakan, bahwa kita harus hati-hati dalam berkata-kata, karena kata-kata dapat jadi senjata yang mematikan sekaligus menghidupkan.
Dalam Injil diceritakan, bahwa Yesus mengajar dan berkata-kata dengan penuh kuasa, dan Yesus membebaskan seorang yang kerasukan roh jahat, sehingga orang tersebut jadi sembuh, artinya ia mengalami kasih Yesus.
Hendaknya kita juga menggunakan mulut kita untuk berkata-kata dengan kuasa yang berasal dari Yesus. Dengan demikian, kita dapat membawa setiap orang untuk mengalami kasih Yesus, yakni dengan kata-kata yang baik, sopan, penuh perhatian, memberi peneguhan, dan kekuatan yang menyembuhkan, khususnya bagi setiap orang yang mengalami kepedihan, kecemasan, sakit hati, dan keputusasaan yang menjadikan mereka seperti Hana yang dengan hati pedih berdoa kepada Allah sambil menangis tersedu-sedu (bdk. 1 Sam 1: 10); dan pada situasi seperti itu, kita dapat meneladani Imam Eli dengan membawa pesan dari Tuhan, “Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepada-Mu apa yang Engkau minta daripada-Nya” (1 Sam 1: 17). Maka, semua orang akan bersukacita karena kuasa dan pertolongan Tuhan.
…
Sr. M. Anselma, P. Karm
Selasa, 13 Januari 2026
1 Sam 1: 9-20 MT 1 Sam 2: 1.4-8 Mrk 1: 21-28
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

