“Criticism comes to those who stand out.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Dalam hidup ini Tuhan yang menentukan, kita yang menjalani, orang lain yang mengkomentari. Begitulah realitanya. Akan selalu ada orang yang suka dan selalu ada orang yang menyukai kita. Komentar boleh, mengkritik boleh, tidak suka boleh, suka pun boleh, bahkan nyinyir pun juga boleh asal semua itu membangun atau merendahkan, bahkan membunuh psikis.
Suatu hari saya makan di sebuah warung sederhana. Satu kalimat dari pemilik warung makan itu yang masih melekat sampai saat ini. Kalimat itu saya suka.
“Kalau masakan kami enggak enak. Kasih tahu kami. Kalau masakan kami enak. Kasih tahu temanmu.”
Sebuah kalimat bijak yang mengajari kita bijak dalam mengungkapkan pendapat, penilaian, komentar, maupun kritikan.
Kalau kita mau mengkritik orang langsung ke orangnya. Jangan main belakang, apalagi ngerumpi sana-ngerumpi sini. Nyinyir sana nyinyir sini, bahkan membuka aib orang di depan semua orang. Sebaliknya kalau kita mau memuji orang itu baik, walau orangnya tidak ada.
Kritik itu diperlukan, asal dilakukan dengan bijak. Menasihati tanpa membuat sakit hati. Memberi masukan tanpa merendahkan. Mengritik dengan kata-kata yang tidak menyakitkan. Menyampaikan kritikan tanpa hujatan, emosi, dan kebencian.
Tidak perlu baperan saat datang kritikan. Tidak usah putus asa, bila datang buly-an, nyinyiran, bahkan komentar orang.
Sebuah realita hidup, akan ada selalu orang suka dan tak suka. Hal itu dijalani saja, dan tetap tebarkan kebaikan. Selalu untuk memaafkan dan jadikan hal itu sebagai pembelajaran.
Luaskan hati, besarkan cinta. Sukacita dan bahagia itu sederhana kok. Ketika hati punya penampang yang luas untuk mengasihi. Saat kasih lebih besar dari kebencian, saat pengampunan lebih besar dari emosi dan sakit hati. Bahagia akan dirasakan. Ingat rumus tekanan. P=F/A. Hidup akan penuh tekanan, kebencian, tidak nyaman bila kita kebanyakan gaya. Sementara hidup itu bahagia dan dipenuhi sukacita. Hidup mengalami sedikit tekanan, bila luas penampang hidup kita lebih luas dari gaya, kebencian, sakit hati, luka, dan membanding-bandingkan. Resepnya: lakukan hal-hal biasa dengan cinta yang luar biasa
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

