Oleh : Rio, Scj.
“Hidup itu tak semudah kata-kata, tetap optimis di tengah krisis.”
| Red-Joss.com |Hidup itu tidak mudah. Karena butuh ketangguhan, kesabaran, kegigihan, perjuangan dan iman, bukan sekadar omong kosong. Hidup itu juga butuh proses, bukanya banyak protes. Butuh action, bukan hanya caption.
Ada dua tipe orang dalam menjalani hidup. Ada yang melihat, mendengar sesuatu yang positif langsung tergerak untuk beraksi. Tapi ada juga tipe orang yang melihat, mendengar bukannya menjadi inspirasi, tapi malah sibuk komentar sana-sini, cari kesalahan, dan menyalahkan sana-sini.
Ada ribuan orang dalam situasi krisis ini yang berhasil ke luar sebagai pemenang dari krisis. Mereka melihat, mendengar, mencari peluang, dan beraksi. Ada yang update produksi dan layanan, ada yang produktif meski kerja dari rumah. Ada pula yang sama sekali alergi minum jamu, tapi malah jadi doyan jualan jamu. Sebelumnya malu jualan, malah kualahan menerima orderan. Tipe seperti ini selalu ada peluang, meski tantangan dan krisis menghadang.
Mereka mampu beradaptasi, menerima keadaan, mencari peluang, dan mengambil keputusan. Bukan tanpa ketakutan tapi keyakinan dan keberanian lebih besar dari kekhawatiran.
Tak sedikit pula dalam situasi krisis ekonomi ini yang kehilangan pekerjaan, mengalami kerugian, hutang tak terbayar, bisnis hancur gulung tikar. Parahnya lagi ada yang tidak berbuat apa-apa. Hidup sekali kok repot, nikmati saja. Mending nyinyir sana-sini. Cari kesalahan demi kesalahan. Tidak mau berproses tapi kebanyakan protes.
Kondisi krisis memang tak mudah bukan berarti menyerah kalah. Selalu ada peluang bagi yang mau berjuang. Selalu ada rejeki bagi yang tekun mencari. Selalu ada berkah bagi yang setia berdoa dan beribadah. Selalu ada jalan bagi yang mengandalkan Tuhan.
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj

