Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Pengetahuan didapat dengan mempelajari sesuatu setiap hari, sedang kebijaksanaan didapat dengan melepaskan sesuatu setiap hari.”
(Pepatah Zen)
Setiap Manusia itu Unik
Setiap orang tentu sudah memiliki karakter masing-masing. Selain sangat unik dan tidak ada yang sama. Ada orang, jika berbicara, tampak sangat berapi-api, ada yang santai dan lembut, ada yang suka diam mendengarkan, tapi ada juga yang suka menonjolkan diri dengan menghamburkan semua hal yang bertengger di dalam kepalanya. Anda, mau memilih karakter yang mana?
Kosongkanlah
Ada seorang Pemuda yang datang kepada ahli Zen untuk berguru kepadanya. Setelah duduk, ia segera menghamburkan semua isi kepalanya perihal aneka pengalamannya saat ia berguru kepada puluhan Guru spiritual terkemuka. Bahkan ia sempat memuji dirinya tentang aneka ilmu yang pernah didapatinya.
Si ahli Zen mendengarkan sambil menuangkan teh ke dalam cangkir Pemuda itu hingga penuh. Ketika Pemuda itu berkata, bahwa cangkirnya sudah penuh, tapi si ahli Zen justru terus menuangkan teh hingga tumpah. Spontan Pemuda itu bingung dan menanyakan alasannya.
“Mengapa Tuan melakukan itu?”
“Apa gunanya memenuhkan cangkir yang sudah penuh?”
“Apa maksudmu?”
“Engkau bagaikan cangkir yang penuh ini. Engkau datang ke sini dengan kepala yang telah penuh dengan berbagai pemikiran. Bagaimana bisa aku mengajarimu kalau engkau tidak terlebih dulu mengosongkan kepalamu.”
(Berguru pada Saru)
Ungkapan Filosofis tentang Hidup Sejati
Sungguh tepat, jika dikatakan, bahwa “Pengetahuan itu didapat dengan mempelajari sesuatu setiap hari, sedangkan kebijaksanaan itu didapat dengan melepaskan sesuatu setiap hari!
Memang, demikian sesungguhnya adanya!
Mengapa? Ya, karena ilmu pengetahuan itu didapat dengan jalan ‘mempelajari sesuatu’, agar manusia bisa menerima aneka informasi baru, keterampilan hidup, dan pengalaman.
Sedangkan ‘kebijaksanaan’ itu didapat dengan jalan ‘melepaskan sesuatu’, semisal, melepaskan ego, prasangka buruk, dan aneka hal yang tidak penting lainnya agar manusia bisa mencapai pemahaman yang mendalam serta kebijaksanaan hidup.
Refleksi
Makan dapat dikonklusikan, bahwa:
- Pengetahuan itu tentang bagaimana “menambah sesuatu,” sedangkan …
- Kebijaksanaan itu tentang bagaimana “mengurangi dan melepaskan sesuatu.” Karena dengan melepaskan sesuatu yang tidak penting, maka kita akan melihat hal-hal yang lebih esensial dan membuat keputusan yang lebih bijaksana.
Bukankah kebijaksanaan itu adalah anak emas dari sikap ketulusan, kejujuran, kesederhanaan, kerendahan hati, dan cinta sejati?
“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah!”
(Sabda Sang Hidup Kekal)
Kediri, 12 Februari 2026

