“Hidup tetap manis, meski kadang ada tangis.” – Rio scj
…
| Red-Joss.com | Hidup itu kadang seperti gula. Kalau kopinya pahit yang disalahin gula; gulanya kurang. Kalau kopinya kemanisan. Tetap saja yang disalahkan gula; gulanya kebanyakan. Tapi kalau kopinya pas, yang dipuji kopinya. Kopinya enak, nikmat, kopinya mantab
Hidup juga seperti itu. Kadang kita yang kerja, tapi orang lain yang dipuji. Tapi meski begitu belajarlah untuk jadi ikhlas. Suatu saat kita akan tahu, siapa yang telah memberi rasa.
Jangan kecewa saat orang lain mungkin tidak memberi penghargaan. Jangan putus asa, meski sudah berjuang menebar kebaikan, tapi yang didapat fitnahan. Jangan marah dan dendam, meski sudah kita sabar dan memaafkan. Jangan menjadi ‘insecure’, meski sudah berjuang untuk selalu bersyukur.
Meski saat ini kita belum mendapatkan banyak uang, paling tidak tetaplah positif menebar kebaikan. Mungkin dua tahun, tiga, lima, atau sepuluh tahun belum juga ada rezeki dan uang. Percayalah kebaikan itu selalu akan menang dan mendatangkan rezeki bahkan mungkin juga uang. Yakinlah Tuhan tidak pernah diam, “Gusti mboten sare.”
Jangan lelah untuk terus berbuat baik, tetaplah semangat.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

